Penyebar Hoax ‘Korban Tembak Polisi’ Ternyata Dokter Sekaligus Dosen
Selasa, 28 Mei 2019 | 19:18 WIB

Penyebar Hoax ‘Korban Tembak Polisi’ Ternyata Dokter Sekaligus Dosen

DS menyebarkan hoax tentang remaja yang tewas setelah ditembak polisi.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi dalam konferensi pers di Bandung, Selasa, 28 Mei 2019.
Photo :
  • VIVA/Adi Suparman

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi dalam konferensi pers di Bandung, Selasa, 28 Mei 2019.

VIVA – Pria berinisial DS yang ditangkap polisi karena disangka menyebarkan kabar bohong alias hoax di media sosial dengan judul “Remaja 14 Tahun Korban Tembak Polisi”, ternyata berprofesi sebagai dokter sekaligus dosen. Dia menyebarkan hoax melalui akun Facebook-nya, Dodi Suardi, tentang korban warga sipil dalam aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.

Menurut polisi, DS adalah dokter ahli kebidanan yang bekerja di dua rumah sakit ternama di Kota Bandung, Jawa Barat. Dia juga tercatat sebagai dosen sebuah perguruan di Bandung.

“Seharusnya beliau sebagai dokter dan pengajar membantu pemerintah dalam memberikan edukasi pada masyarakat. Kalau ada berita tidak benar, saring dulu jangan di-share,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi dalam konferensi pers di Bandung, Selasa, 28 Mei 2019.