Cerita Ajudan Rommy Soal Tas Pemberian Kakanwil Kemenag Gresik
Kamis, 13 Juni 2019 | 17:09 WIB

Cerita Ajudan Rommy Soal Tas Pemberian Kakanwil Kemenag Gresik

Tas diberikan saat akan berjalan menuju restoran.
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy, jadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy, jadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

VIVA - Sidang kasus dugaaan suap jabatan di Kementerian Agama yang digelar di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Selasa, 12 Juni 2019, kemarin, mengungkap sejumlah kesaksian. Salah satunya dari ajudan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy, Amin Nuryadi.

Dalam kesempatan itu, Amin menyampaikan bahwa Romahurmuziy yang akrab disapa Rommy itu tidak mengetahui adanya penyerahan uang yang dilakukan Kakanwil Kemenag Gresik Muwafaq Wirahadi di Surabaya pada 15 Maret 2019 silam.

Amin menceritakan ia menerima tas kertas dari Muwafaq saat akan berjalan menuju restoran guna makan pagi. Sehingga tidak mengetahui isi dalam tas dan ia pun tak mengeceknya, karena dia mengira itu adalah oleh-oleh bukan uang.

"Setelah bertemu (dengan Muwafaq), bapak (Rommy) akan menemui tamu selanjutnya kalau tidak salah dari Universitas Airlangga, karena sudah janjian sudah menunggu di resto saya mengikuti (Rommy). Tiba-tiba Pak Muwafaq menyerahkan kepada saya (tas kertas), yang tidak tahu sesuatu itu apa," kata Amin saat bersaksi di persidangan.