Usut Gratifikasi Bowo, KPK Periksa Dua Pejabat Kemenkeu - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 27 Juni 2019 | 12:30 WIB

Usut Gratifikasi Bowo, KPK Periksa Dua Pejabat Kemenkeu

Pejabat Kemenkeu akan ditanya terkait tersangka Indung.
Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta
Photo :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta

VIVA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengembangkan kasus gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso. 

Tidak hanya memanggil dirut nonaktif PLN, Sofyan Basir, untuk dalami sumber-sumber gratifikasi yang diterima Bowo, tim penyidik juga jadwalkan memeriksa dua pejabat Kementerian Keuangan, M. Nafi selaku Kepala Subdit Dana Alokasi Khusus (DAK) Direktorat Dana Perimbangan dan Rukijo selaku PNS Kementerian Keuangan. 

Seperti halnya Sofyan, kedua pegawai Kemenkeu itu pun akan diperiksa untuk lengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo di PT Inersia.

"M. Nafi dan Rukijo akan dimintai keterangannya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada awak media, Kamis 27 Juni 2019.

Tim penyidik menduga salah satu sumber gratifikasi yang diterima Bowo dan Indung, berkaitan pengurusan dana perimbangan daerah. KPK memastikan bakal mendalami hal tersebut. 

"Kami juga mulai melihat petunjuk-petunjuk pengurusan anggaran ke daerah lain. Jika memang menguat, akan didalami," katanya.

Diketahui, pada perkara Bowo dan Indung, tim KPK sejauh ini telah menyitas sekitar Rp8 Miliar. Namun, lembaga anti korupsi itu menduga masih banyak penerimaan lain yang diterima Bowo dari sejumlah pihak, selain dari BUMN dan Kementerian, serta pengurusan kerja sama pelayaran PT Pilog dan PT Humpuss. (asp)

Saksikan Juga

RUU KPK Mulai Berlaku, Bagaimana Nasib Kasus-kasus Korupsi?

TVONE NEWS - 1 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...