Lokalisasi Sunan Kuning Segera Ditutup, Para Pekerjanya Mulai Gelisah
Kamis, 4 Juli 2019 | 11:59 WIB

Lokalisasi Sunan Kuning Segera Ditutup, Para Pekerjanya Mulai Gelisah

Lokalisasi prostitusi Sunan Kuning di Semarang ditutup Agustus.
Suasana malam di kompleks Sunan Kuning Semarang.
Photo :
  • VIVA/Dwi Royanto

Suasana malam di kompleks Sunan Kuning Semarang.

VIVA – Sebuah kompleks layaknya perumahan warga mulai ramai pada Rabu malam, 3 Juli 2019. Gemerlap lampu terlihat meriah di setiap rumah. Terdengar dentuman musik terdengar keras di balik dinding kompleks itu menambah kemeriahan.

Tampak beberapa perempuan tua serta muda berpakaian ketat sedang duduk di depan rumahnya masing-masing. Dandanan mereka bak penyanyi dangdut Pantura. Tak berselang lama, seorang pria menghampiri salah satu perempuan dalam kerumunan. Terjadilah percakapan. Mereka seperti sedang bertransaksi. Setelah sang perempuan mengangguk si laki-laki pun diajak melangkah masuk ke dalam sebuah rumah yang bertulis "wisma".

Banyak pula dijumpai gadis muda berpakaian minim hilir mudik menggunakan motor matik. Harum aroma parfum yang dikenakannya, seolah menggoda lelaki yang berlalu lalang di sekitar kompleks. Di lain sudut beberapa pemuda laki-laki berjaga-jaga di setiap rumah. Sesekali ia menyapa beberapa orang yang lewat dengan ucapan 'Monggo, Mas, mampir'.

Geliat kehidupan itu merupakan tempat berdaya tarik khusus bagi pria hidung belang. Namanya 'wisata malam' Resosialisasi atau Resos Argorejo. Sebuah kompleks lokalisasi yang bernama tenar Sunan Kuning alias SK. Tempat transaksi seksual terkenal di Jawa Tengah, bahkan konon terkenal hingga Asia Tenggara.

Disuruh Pulang Kampung

Akhir-akhir ini geliat kehidupan 'wisata malam' itu sedang terusik rencana penutupan SK oleh Pemerintah Kota Semarang. Kabar itu memang sudah beredar di kalangan penghuni kompleks SK.

Sari (38 tahun), seorang pekerja seks komersial di Sunan Kuning, mengaku mulai gelisah. Dia sudah mendengar kabar tempatnya mengais rezeki itu ditutup sejak dua tahun lalu. Sebab ia selalu mengikuti berbagai program di Balai Resos setempat.

"Beberapa hari yang lalu saya ikut sosialisasi penutupan SK. Katanya sih disuruh segera pulang kampung. Kalau enggak salah bulan Agustus tempat ini sudah kosong," kata Sari.

Sosialisasi penutupan kompleks lokalisasi Sunan Kuning Semarang