Kasus Baiq Nuril, Pengacara Nilai Alasan MA Blunder
Jumat, 12 Juli 2019 | 19:20 WIB

Kasus Baiq Nuril, Pengacara Nilai Alasan MA Blunder

"Blunder besar."
Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Dhimas B. Pratama

Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril.

VIVA – Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril. Alasan MK karena perbuatan Baiq yang merekam pembicaraan dengan Haji Muslim, membuat mantan atasannya itu dan keluarga mengalami kerugian moril.

Merespons hal tersebut, pengacara Baiq Nuril, Aziz Fauzi menilai alasan MA tersebut blunder. Dia mengatakan sangat keliru jika MA menggunakan dalil kerugian moril, karena pasal 27 ayat (1) Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Nuril bukan merupakan delik materiil.

"Blunder besar, Pasal 27 ayat (1) UU ITE itu delik formil yang menekan pada Sebab. Itu bukan delik materiil yang menekankan pada timbulnya Akibat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juli 2019.

Pasal yang menjerat Nuril memang bukan merupakan delik materiil yang memiliki esensi pada timbulnya akibat seperti rasa malu. Tetapi, pasal 27 ayat (1) adalah delik formil yang menekankan pada sebab yang dilarang.