Antropolog King Fahd University Sebut Politik Identitas RI Overdosis

Antropolog King Fahd University Sebut Politik Identitas RI Overdosis

Selasa, 16 Juli 2019 | 10:25 WIB
Gejala radikalisme di Indonesia menguat, misalnya dalam pemilu 2019.
Sumanto Al Qurtuby dalam forum talkshow tentang radikalisme di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, 15 Juli 2019.
Photo :
  • VIVA/Nur Faishal

Sumanto Al Qurtuby dalam forum talkshow tentang radikalisme di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, 15 Juli 2019.

VIVA – Kabar overstay Rizieq Shihab di Arab Saudi jadi sorotan. Obrolan tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ramai, baik di dunia maya maupun nyata. Termasuk di acara Talkshow "Radikalisme dalam Kehidupan Bangsa dan Negara Indonesia" oleh Gema Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Senin malam, 15 Juli 2019.

Hadir sebagai pembicara, di antaranya, Sumanto Al Qurtuby, antropolog asal Indonesia di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi, dan aktivis media sosial, Yusuf Muhammad. Dia juga populer di dunia maya sebagai aktivis media sosial. Talkshow dimoderatori oleh penulis dan pegiat medsos, Eko Kuntadhi.

Rizieq disebut-sebut saat moderator membuka diskusi saat mengenalkan Sumanto Al Qurtuby kepada hadirin. "Untungnya Profesor Sumanto ini profesor, beliau dihargai sebagai ilmuwan. Makanya pemerintah Saudi appreciate, lha wong profesor, tidak perlu mikir overstay," candanya disambut senyum hadirin.

Berita Terkait :
Saksikan Juga