KPK Minta LHKPN dan Gratifikasi Jadi Alat Ukur Integritas Capimnya
Selasa, 23 Juli 2019 | 10:10 WIB

KPK Minta LHKPN dan Gratifikasi Jadi Alat Ukur Integritas Capimnya

Hal itu bisa jadi track record calon pimpinannya.
Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi - KPK di Jakarta.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi - KPK di Jakarta.

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Pansel Calon Pimpinan KPK Jilid V mempertimbangkan rekam jejak integritas para kandidat. 

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, rekam jejak kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan sikap terkait gratifikasi bisa menjadi alat ukur integritas seseorang.
 
"KPK tetap berharap rekam jejak menjadi salah satu poin yang paling krusial nantinya dalam menyaring calon-calon yang mendaftar sebagai pimpinan KPK ini," kata Febri kepada awak media, Selasa, 23 Juli 2019. 

Selain itu, lanjut Febri, rekam jejak dapat melihat apa yang dilakukan, bagaimana proses kepatuhan para calon-calon saat menjabat di instansi-instansi lain sebelumnya dan juga bagaimana record mereka terkait dengan aturan-aturan yang ada dari aspek integritas.

loading...