KontraS: 22 Mei, Dua Anak Ditangkap dan Direndam di Polsek Gambir
Jumat, 26 Juli 2019 | 17:09 WIB

KontraS: 22 Mei, Dua Anak Ditangkap dan Direndam di Polsek Gambir

Ada dua anak yang ditangkap dalam peristiwa itu.
Kerusuhan 22 Mei 2019
Photo :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak

Kerusuhan 22 Mei 2019

VIVA – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut ada dugaan pelanggaran dilakukan oleh oknum polisi terkait penanganan pada anak yang berhadapan dengan hukum dalam kerusuhan 22 Mei 2019. 

Anak-anak yang diduga terlibat kerusuhan 22 Mei 2019 mendapat penyiksaan, penangkapan dan penahanan yang sewenang-wenang. Menurut Staf pembela Hak Asasi Manusia (HAM) KontraS Andi Muhammad Rezaldy, keluarga pun sulit mendampingi saat pemeriksaan. 

“Serta terhalangnya keluarga mendampingi,” kata Andi di Kantor KontraS, Senen,  Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. 

KontraS dan LBH Jakarta, menyebut patut diduga polisi melanggar Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. GL dan FY yang masih berusia 17 tahun diduga dua korban yang mengalami kekerasan itu.