Rektor Unram Sebut Tak Ada Kelompok Keagamaan Ekslusif di Kampusnya
Sabtu, 3 Agustus 2019 | 18:30 WIB

Rektor Unram Sebut Tak Ada Kelompok Keagamaan Ekslusif di Kampusnya

Rektor Unram menampik kampusnya terpapar radikalisme.
Rektor Unram, Prof. Lalu Husni bersama mahasiswa mendengar ceramah di masjid.
Photo :
  • Istimewa

Rektor Unram, Prof. Lalu Husni bersama mahasiswa mendengar ceramah di masjid.

VIVA – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Lalu Husni, membantah kampusnya terpapar radikalisme. Selama ini aktivitas mahasiswa selalu terbuka pada kampus, sehingga tidak ada kelompok keagamaan yang ekslusif, seperti hasil riset Setara Institute.

Hal itu dikemukakan Lalu Husni menanggapi hasil riset Setara Institute, April 2019. "Selama ini kegiatan mahasiswa selalu terbuka. Masjid kampus juga kami kontrol, jadi kegiatan di masjid semua diketahui rektor," ujarnya ditemui di Mataram, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Sebelumnya, Setara Institute mengeluarkan hasil riset daftar 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang terpapar radikalisme. Radikalisme disebut disebabkan adanya kelompok keagamaan yang ekslusif seperti salafi-wahabi, tarbiyah dan tahririyah. Universitas Mataram (Unram) disebut sebagai salah satu kampus terpapar radikalisme.