Cara BIN 'Sembuhkan' Anggota TNI yang Terpapar Radikalisme
Rabu, 7 Agustus 2019 | 23:21 WIB

Cara BIN 'Sembuhkan' Anggota TNI yang Terpapar Radikalisme

Ada 3 persen anggota TNI yang terpapar radikalisme.
Ilustrasi anggota TNI
Photo :
  • ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Ilustrasi anggota TNI

VIVA – Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan H Purwanto menanggapi kabar anggota TNI yang terpapar radikalisme. Menurutnya, prajurit TNI yang terpapar radikalisme harus disterilisasi agar kembali mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat ini memang diperlukan adanya upaya sterilisasi kepada orang-orang yang terpapar ideologi lain selain Pancasila," kata Wawan di sela-sela diskusi kebangsaan "Quo Vadis Indonesia" yang digelar Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) bersama Uniti Indonesia, di Museum Nasional, Jakarta, Rabu 6 Agustus 2019.

Wawan mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menyebutkan sebanyak tiga persen anggota TNI terpapar radikalisme karena sikapnya sudah tidak berpegang lagi pada nilai nilai Pancasila.

"Itu tentu ada dasarnya di mana Menteri menyatakan seperti itu. Diupayakan supaya ada sterilisasi supaya tidak meluas dan melebar," ujarnya.

loading...