Sengketa Lahan Transmart di Surabaya Bergulir di MA
Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:33 WIB

Sengketa Lahan Transmart di Surabaya Bergulir di MA

Transmart membeli lahan seluas 8.000 meter dari PT Alfa Retailindo.
Sidang di tempat sengketa lahan yang akan dibangun Transmart di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 12 Maret 2018.
Photo :
  • VIVA/Nur Faishal

Sidang di tempat sengketa lahan yang akan dibangun Transmart di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 12 Maret 2018.

VIVA – Pusat belanja Transmart berkembang dengan cepat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sementara ini, yang sudah beroperasi sedikitnya di tiga lokasi, yakni Transmart Rungkut, Transmart Lenmarc Mall di kawasan elit Jalan Mayjen Yono Suyono, Dukuh Pakis, dan Transmart Ngagel. Bakal menyusul Transmart di kompleks hunian terintegrasi, Trans Icon, yang kini dalam proses garap tak jauh dari pintu masuk Surabaya di Jalan A Yani.

Proyek Transmart yang sempat berhenti karena terganjal sengketa lahan di Jalan Dukuh Kupang Barat 126, tak jauh dari Islamic Center. Sebelum disebut-sebut akan dibuat Transmart, bangunan di lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut dipakai PT Alfa Retailindo sebagai Alfa Grosir dan kemudian bertransformasi menjadi Carrefour. Hal itu sama dengan Transmart Ngagel, yang sebelumnya adalah Carrefour.

Lahan Transmart di Dukuh Kupang Barat 126 jadi sengketa setelah pria bernama Soehartono memenangkan gugatan atas lahan tersebut setelah berjuang bertahun-tahun. Soehartono mengaku ahli waris dari almarhum Misdan, pemilik lahan tersebut dengan Petok D 229 Persil 2. Versi Soehartono, gugatan dilakukan setelah saudara tirinya, MS, menjual lahan tersebut kepada RN, awal tahun 1990. Saat dijual, pemilik lahan berubah jadi Misdar dengan Petok D 279. RN kemudian menjual lahan tersebut ke PT Alfa Retailindo pada tahun 1996.

loading...