Sisa Pilu Tsunami Palu: Tak Ada Bukti Anak-anak Saya Meninggal
Sisa Pilu Tsunami Palu: Tak Ada Bukti Anak-anak Saya Meninggal
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Sabtu, 28 September 2019 | 08:40 WIB

Sisa Pilu Tsunami Palu: Tak Ada Bukti Anak-anak Saya Meninggal

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/09/28/5d8eb5b6b44a8-setahun-gempa-tsunami-dan-likuefaksi-apa-kabar-para-penyintas-di-palu-sigi-dan-donggala_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Setahun berlalu, para ibu masih mencari keberadaan anak mereka yang hilang di Desa Jono Oge. - BBC

10 Oktober 2018. Micha Matong menangis tersedu-sedu. Air mata tak henti-hentinya menetes saat membicarakan putrinya, Windy Fransisca, hampir dua pekan setelah gempa dan likuefaksi melanda Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Windy bersama 27 temannya dari SMA Negeri 2 Palu berada di desa tersebut saat kegiatan pembekalan rohani di gereja Jono Oge.

Dari jumlah siswa sebanyak itu, 13 orang dinyatakan hilang. Windy termasuk di antara mereka yang hilang tersebut. Jasadnya tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Saat BBC News Indonesia menemui Micha 18 September 2019 lalu, dia tampak jauh lebih tegar.

Dia tak lagi menangis ketika menceritakan perjuangannya memeriksa semua jenazah yang pernah ditemukan dari lokasi bencana likuefaksi di Desa Jono Oge demi mencari Windy. Micha yakin anaknya masih hidup.

"Sampai hari ini tidak ada satu pun bukti atau saksi yang menyatakan langsung bahwa anak-anak kami sudah tiada," kata Micha.


Windy Fransisca hilang saat bencana likuefaksi di Desa Jono Oge. - BBC

Berdasarkan keyakinan itu, Micha dan para orang tua yang anaknya hilang di Jono Oge mencari beragam petunjuk dari sejumlah saksi tentang keberadaan anak-anak mereka. Sekecil apapun petunjuk itu.

Para orang tua yang kehilangan anak-anaknya juga rutin berkumpul, berbagi informasi, dan berdoa bersama guna saling menguatkan.

Informasi-informasi yang mereka kumpulkan selama setahun terakhir itu telah diserahkan kepada polisi. Namun karena keterangan para saksi kurang kuat, kasus anak-anak yang hilang ini tidak dapat dilanjutkan.

Menurut pengakuan Micha, orang-orang di sekitarnya telah menyarankan untuk berhenti mencari.

"Mereka bilang, `sudahlah, tidak usah dicari daripada buang waktu dan tenaga, lihatlah situasi, ini anak pasti tertelan lumpur`," jelas Micha.

Namun, Micha pantang menyerah. "Kami berdoa, suatu hari, kami yakin anak kami pasti akan kembali," tutup Micha.


Seska Sumilat dengan foto anaknya Gabriella yang hilang di desa Jono Oge, Sigi, tahun lalu. - BBC

Keyakinan Micha dalam menemukan anaknya juga dirasakan Connie Lumentu. Anak Connie, Friardini, turut hilang bersama Windy saat gempa dan likuefaksi melanda Desa Jono Oge.

Saksikan Juga

Kepolisian Palu Gelar Tabur Bunga Kenang Korban Tsunami

TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
loading...