Keamanan di Banten Ditingkatkan Pasca Insiden Penusukan Wiranto - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 15 Oktober 2019 | 10:51 WIB

Keamanan di Banten Ditingkatkan Pasca Insiden Penusukan Wiranto

Densus 88 melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Banten.
Polisi menjaga kontrakan Abu Rara dan istrinya, di Pandeglang, Banten
Photo :
  • VIVA/ Yandi Deslatama

Polisi menjaga kontrakan Abu Rara dan istrinya, di Pandeglang, Banten

VIVA – Tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Padeglang, Banten pasca insiden penusukan Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto pada 10 Oktober 2019 lalu. Pelaku penusukan adalah Syahrial Alamsyah alias Abu Rara yang diduga merupakan anggota JAD.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono bilang bahwa tim penyidik Densus 88 Antiteror tak cuma melakukan penggeledahan di rumah Abu Rara di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten tapi di sejumlah tempat lain.

"Beberapa kali penggeledahan dilakukan oleh teman-teman penyidik Densus. (Penggeledahan) Dilakukan di beberapa tempat, bukan hanya di rumah kontrakan (Syahrial Alamsyah)," kata dia di Banten, Senin, 14 Oktober 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

Lebih lanjut dia mengatakan, rumah pelaku penusukan Wiranto masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dengan senjata laras panjang. Selain itu, rumah pelaku juga dipasangi garis polisi atau police line.

Sejumlah anggota polisi dari Polres Pandeglang berjaga-jaga selama 24 jam secara bergantian. Sementara itu, dari dalam rumah pelaku, tim Densus 88 Antiteror menyita airsoft gun hingga sejumlah buku agama dari rumah tersebut.

Soal status keamanan di Banten, menurutnya, tidak ditetapkan menjadi siaga. Namun, patroli keamanan di wilayah tersebut memang ditingkatkan usai insiden penusukan terhadap Wiranto. Pihaknya melakukan kerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menjaga wilayah tersebut tetap aman.

"Pengetatan ada, status biasa saja. Tetap kita monitor. Kita kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI untuk bersama menjaga lingkungan kita tetap aman, tidak bisa polisi kerja sendiri," ujar Indra.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan peduli kepada pendatang baru yang bersikap mencurigakan. Misalnya, tidak mau bersosialisasi hingga tidak mau menyerahkan identitasnya. Saran Indra, jika menemukan pendatang bersikap seperti itu, sebaiknya segara laporkan ke RT, RW, kepala desa, polisi atau TNI.

"Apabila ada warganya, perbuatan orang yang dicurigai, jangan segan melapor. Kita punya Babinkamtibmas, kita punya Babinsa. Itu adalah ujung tombak terdekat dengan masyarakat," tuturnya.

Seperti diketahui, Menkopolhukam Wiiranto ditusuk oleh Abu Rara mengunakan belati saat menghadiri peresmian gedung baru Mathla'ul Anwar di Menes, Pandeglang, Banten Kamis pada 10 Oktober 2019. Akibat penusukan itu, Wiranto mengalami luka tusuk di perut dan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Dalam peristiwa itu, Abu Rara dibantu oleh istrinya Fitri. Akibat kejadian tersebut empat orang mengalami luka-luka. Selain Wiranto, Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Serda Yogi Wahono dan mantan sekretaris pribadi Wiranto yang juga ulama Mathla'ul Anwar (MA) Fuad Syauqi serta Kompol Dariyanto juga terluka.

loading...
Muat Lainnya...