Kunjungi Korsel, Jokowi Terpukau Kampung Kumuh yang Ditata Apik
Senin, 25 November 2019 | 07:53 WIB

Kunjungi Korsel, Jokowi Terpukau Kampung Kumuh yang Ditata Apik

Desa Gamcheon bikin Jokowi ingat Yogyakarta.
Presiden Jokowi.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Presiden Jokowi.

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama istrinya, Iriana, melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan selama tiga hari. Di sana, Jokowi menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RoK (Republic of Korea).

Agenda Jokowi di Busan, Korea Selatan bukan hanya mengikuti rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RoK, tetapi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Moon Jae-in, sert bertemu beberapa pemimpin perusahaan Korea Selatan.

"Selain itu, saya juga akan menemui kelompok ilmuwan dan peneliti muda Indonesia di negara itu," demikian seperti yang dikutip dari akun instagram resminya, Senin 25 November 2019.

Tak hanya melakukan kunjungan kerja formal, Jokowi bersama istri juga diketahui menyempatkan diri berkunjung ke Desa Gamcheon, Machu Picchu pada Minggu, 24 November 2019. Kunjungannya tersebut nampak berkesan dan dibagikan dalam bentuk foto ke media sosial Instagram @jokowi.

"Sudah kumuh, lokasinya pun sulit di lereng gunung yang curam. Sampai kemudian desa ini berbenah, ditata, diberdayakan. Jadilah Gamcheon Culture Village sebagai salah satu tujuan wisata yang ramai, bahkan dikenal dengan sebutan 'Machu Picchu-nya Busan'. Luar biasa," demikian keterangan gambar di Instagram Jokowi.

Jokowi mengatakan, rumah-rumah yang ada di Gamcheon dicar berwarna-warni, dinding-dinding dihiasi beragam karya seni seperti mural. Kemudian, jalan-jalan dan lorongnya yang sempit dipenuhi toko cenderamata, galeri seni dan tempat makan.

"Dari sebuah kafe di ketinggian, saya dan Ibu Negara menikmati pemandangan atap-atap bangunan yang seolah bertumpuk seraya menikmati makanan khas Korea Selatan," ucapnya.

Ternyata, penataan Desa Gamcheon mengingatkan Jokowi kepada model serupa di Tanah Air seperti yang ada di Klaten, Yogyakarta atau Nglanggeran, Gunung Kidul.

"Gamcheon bisa menjadi inspirasi bagi kepala daerah kita, bagi kampung-kampung kita, bagi desa-desa kita, bahwa yang kumuh pun kalau ditata dengan baik, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.