Kekeringan di Blitar dan Tulungagung, Ini Langkah Kementan
Kamis, 5 Desember 2019 | 15:00 WIB

Kekeringan di Blitar dan Tulungagung, Ini Langkah Kementan

Penyediaan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah terdampak.
Kementan dan Kemen PUPR atasi kekeringan bersama.
Photo :

Kementan dan Kemen PUPR atasi kekeringan bersama.

VIVA – Musim kemarau sudah berlalu, namun kekeringan masih menjadi problem serius masyarakat di wilayah Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur yang masih kekurangan air, terutama untuk lahan pertanian mereka. Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Daerah akan melakukan pemetaan dan mitigasi wilayah yang masih kekeringan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy mengatakan, kementerian sudah membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak kekeringan dengan menyediakan paket bantuan kepada petani.

Pertama adalah pompanisasi dan pipanisasi. Bantuan tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air. 

Contohnya di Purwakarta, Jawa Barat. Kami sediakan pipa sepanjang 3.700 meter untuk menarik air dari sungai. Begitu juga di Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Tegal. Intinya, daerah-daerah yang terancam kekeringan jika ada sumber airnya akan dibantu dengan pompa dan pipa.

"Ini bisa menyelamatkan lahan sawah seluas 1.500 hektar (ha) yang terancam gagal panen. Bila Blitar dan Tulungagung juga membutuhkan, silakan ajukan permintaannya," ungkap Sarwo Edhy, Rabu (4/12).