Ikut Majukan UMKM Indonesia, Shopee Dapat Dukungan Wapres | Halaman 3

Ikut Majukan UMKM Indonesia, Shopee Dapat Dukungan Wapres

Selasa, 10 Desember 2019 | 08:00 WIB
Wapres sambut baik hadirnya Shopee Barokah.
Silaturahmi antara Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K.H.Ma’ruf Amin dan
Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, Rabu 20 November 2019 di Kantor Wakil Presiden RI
Photo :
  • Shopee

Silaturahmi antara Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K.H.Ma’ruf Amin dan Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, Rabu 20 November 2019 di Kantor Wakil Presiden RI

Ke depannya, melalui Shopee Barokah, Shopee berharap dapat memenuhi berbagai kebutuhan market syariah di Indonesia melalui 40.000 UMKM binaan Shopee.

Inisiatif Shopee dalam menjangkau pemenuhan kebutuhan market syariah di Indonesia, mengundang tanggapan positif dari pengamat ekonomi Indonesia. Greget Kalla Buana menjelaskan bahwa keselarasan antara pemerintah dan penyedia e-commerce sangat mutlak dibutuhkan. Bukan keselarasan yang bersifat fisik bahwa kehadiran e-commerce diakui, melainkan lebih kepada koordinasi yang strategis.

Kalla menilai sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, kehadiran Shopee Barokah dapat memberikan pengaruh tersendiri. Keunggulan ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, sebagai peluang bagi para pelaku UMKM untuk juga menjadi pelaku di industri halal. Kedua, menarik para investor dari dalam dan luar untuk ikut mengembangkan industri halal dengan berinvestasi.

Shopee Barokah juga menjawab tantangan permintaan segmen Muslim yang menghendaki adanya kemudahan akses dan fasilitas digital connectivity yang terkait dengan produk-produk halal.

Dandy Rafitrandi, salah satu peneliti di CSIS menjelaskan hasil studi CSIS yang menunjukkan bahwa dengan semakin maraknya penggunaan internet dan tren digitalisasi menciptakan peluang untuk merealisasikan potensi UMKM Indonesia untuk “naik kelas”.

Hal senada juga disampaikan oleh Greget Kalla Buana, pakar keuangan islam dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia di tahun 2020, berbagai terobosan pun dilakukan untuk mendongkrak perekonomian digital.

 

Berita Terkait :
Saksikan Juga