Kejaksaan Ungkap Kronologi Pemukulan Dokter, Kivlan Zen Asal Teriak
Jumat, 31 Januari 2020 | 19:50 WIB

Kejaksaan Ungkap Kronologi Pemukulan Dokter, Kivlan Zen Asal Teriak

Kivlan Zen disebut hanya teriak dipukul, padahal tidak ada pemukulan.
Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen.
Photo :
  • ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/

Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen.

VIVA – Kejaksaan Agung membantah pernyataan Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, terdakwa perkara kepemilikan senjata api ilegal, terkait perlakuan tidak baik dengan dipukul oleh dokter Kejaksaan saat minta berobat ke rumah sakit karena sakit paru-paru yang diidapnya.

Dalam video yang yang diunggah Youtube Tazkiyah Media, pria yang pernah memegang jabatan Kepala Staf Kostrad ABRI mengaku dipukul sang dokter. Kivlan yang telah mengemban lebih dari 20 jabatan yang berbeda dan sebagian besar di posisi komando tempur, mengaku sampai jatuh tersungkur akibat pemukulan oleh sang dokter.

Terkait dengan pemasalah ini, Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, menyampaikan kronologi kejadian yang disebut adanya pemukulan. Menurut Hari, pada tanggal 2 September 2019, Kivlan Zen meminta dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Tahanan Guntur.

loading...