Fakta Proses Pamakaman Gus Sholah di Tebuireng
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 3 Februari 2020 | 18:11 WIB

Fakta Proses Pamakaman Gus Sholah di Tebuireng

Gus Sholah dimakamkan di dekat Gus Dur.
 Jenazah Gus Sholah dibawa ke masjid di kompleks Pesantren Tebu Ireng, Jombang
Photo :
  • VIVA/Nur Faishal

Jenazah Gus Sholah dibawa ke masjid di kompleks Pesantren Tebu Ireng, Jombang

VIVA – KH. Salahuddin Wahid alias Gus Sholah dimakamkan di Masjid Kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur pada Senin, 3 Februari 2020. Sebelum dimakamkan, jenazah Gus Sholah disalatkan terlebih dahulu oleh ribuan warga dan santri.

Berikut fakta saat proses pemakaman Gus Sholah yang dikutip dari i pada Senin, 3 Februari 2020.

Ribuan santri menyambut jenazah Gus Sholah

Jenazah Gus Sholah tiba di Pesantren Tebu Ireng sekitar pukul 13.00 WIB. Ribuan santri dan warga menyambut kedatangan jenazah Gus Sholah. Mereka sempat rebutan untuk menyentuh keranda jenazah Gus Sholah. Sementara lantunan kalimat tahlil Laa Ilaaha Illallah terucap dari para jemaah.

Hadir tokoh agama dan figur publik, di antaranya Mustofa Bisri alias Gus Mus, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Anwar Manshur dari Lirboyo Kediri, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan pengacara Hotman Paris.

Selain itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan, dan Panglima Komando Daerah V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja.

Sementara itu salat jenazah dilakukan beberapa kali. Pasalnya, ruangan masjid tak cukup menampung jemaah pentakziyah. Adapun saat jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020, Wakil Presiden Maruf Amin memimpin salat jenazah Gus Sholah. 

Pemakaman diiringi rintik hujan

Langit terlihat mendung tipis dan rintik hujan saat prosesi pemakaman Gus Sholah, adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pemakaman Gus Sholah dilakukan di Kompleks Pemakaman Keluarga, Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang sekira jam 14.30 WIB. Ribuan warga dan santri turut mengantar kepergian jenazah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Sejak pagi, cuaca di sekitar Jombang terlihat cerah. Meski panas dan gerah, masyarakat yang takziyah pun tetap bertahan mendoakan Gus Sholah. Namun, saat prosesi pemakaman dilakukan turun rintik air dari langit, termasuk air mata yang jatuh dari para pelayat.

Baca juga:

Ketua PBNU Said Aqil Sebut Anies sebagai Gubernur Indonesia

Ditemukan 54 Informasi Hoax terkait Virus Corona

Para tokoh kehilangan sosok Gus Sholah

Sejumlah tokoh mengaku kehilangan sosok Gus Sholah. Di antaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan dan kesan tentang ketokohan Gus Sholah. Tampak, Khofifah tak kuat menahan isak tangis di akhir sambutan.

"Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun," kata Khofifah.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang menyampaikan sambutan.

"Kita kehilangan tokoh yang sederhana, rajin silaturrahim, dan tokoh yang diterima semua kalangan. Beliau adalah Kiai Haji Salahuddin Wahid yang dikenal pula Gus Sholah. Kami sangat kehilangan beliau," kata Haedar.

Dimakamkan di sebelah Gus Dur

Irfan Wahid alias Ipang Wahid, anak Gus Sholah mengatakan bahwa ayahnya meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita pada Minggu malam, 2 Februari 2020. Gus Sholah dimakamkan di dekat kakaknya Gus Dur.

Mendiang Gus Sholah dibawa ke rumah duka di Jalan Tendean No 2C, Jakarta Selatan. Kemudian, disemayamkan di Kompleks Pondok Pesantren Tebui?reng Jombang, Jawa Timur.

Sejak Senin pagi jam 09.00 WIB, petugas gali kubur mempersiapkan pemakaman Gus Sholah. Liang lahat almarhum disiapkan di dekat pusara ayahanda Wahid Hasyim, dan kakaknya Abdurrahman Wahid.
 

loading...
Muat Lainnya...