Tolong! Masih Banyak Korban Gempa Palu di Penampungan Dihantui Corona
Rabu, 22 April 2020 | 00:28 WIB

Tolong! Masih Banyak Korban Gempa Palu di Penampungan Dihantui Corona

Susah menjaga jarak di penampungan. Infeksi Corona bisa terjadi.
Abdullah (64), salah satu korban selamat dari bencana alam gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) duduk disekitar puing rumahnya yang hancur dan tertimbun lumpur di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Abdullah (64), salah satu korban selamat dari bencana alam gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) duduk disekitar puing rumahnya yang hancur dan tertimbun lumpur di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah

VIVA – Kota Palu Sulawesi Tengah kini sedang dihadapkan permasalahan baru yang kini juga menjadi pembicaraan dunia pada masa wabah Corona COVID-19. Setelah pada tahun 2018 dilanda gempa cukup hebat, kini mereka harus terancam dengan adanya COVID-19.

Sebagai informasi, sesudah dilanda gempa berkekuatan 7,4 SR pada tahun 2018 silam puluhan ribu warga masih bertempat tinggal di tempat penampungan sementara sampai saat ini. Pemerintah Palu juga baru saja mulai membangun fasilitas kesehatan yang bertepatan dengan COVID-19 sampai di Indonesia.

Untuk diketahui, gempa tersebut menewaskan 4.845 orang dan menghancurkan lebih dari 100 ribu rumah di wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa itu juga memicu Tsunami yang begitu cepat datangnya dan membuat para ahli geologi terkejut.

Dikutip dari Aljazeera pada hari Selasa, 21 April 2020, penduduk setempat yang masih tinggal di tempat penampungan kini dihantui mewabahnya virus mematikan COVID-19. Apa yang terjadi apabila virus tersebut menyebar di tempat penampungan yang kini menjadi rumah bagi puluhan ribu orang di seluruh kota itu.

"Segera, setelah pemerintah mengatakan ada kasus di Palu, saya mulai panik," ujar warga di penampungan, Tari Talijama yang merupakan seorang ibu dengan tiga anak.

"Tapi sampai seseorang diuji positif, semua orang akan menjalani kehidupan mereka secara normal. Orang-orang berpikir panas akan membunuhnya," tambahnya.

Sulit Jaga Jarak

Tempat penampungan yang saat ini masih ditempati oleh puluhan ribu orang korban tsunami dan gempa di Palu itu ternyata mempunyai kendala yang cukup merepotkan. Imbauan untuk melakukan social distancing nyatanya tidak dapat dilakukan di sini.

"Tempat perlindungan ini jauh dari layak untuk tindakan jarak fisik. Setiap keluarga tinggal di daerah yang kurang dari 215 meter persegi dan tanpa ventilasi yang memadai,” tutur David Pakaya, dokter sekaligus dosen medis di Universitas Tadulako Palu.

Pemerintah juga sudah membangun 699 tempat penampungan sementara yang dekat dengan hampir 9 ribu orang. Dua belas keluarga harus berbagi empat kamar mandi dan satu dapur.