Miris, Ribuan Sopir Angkutan Umum Semarang Menganggur karena Corona
Kamis, 30 April 2020 | 20:01 WIB

Miris, Ribuan Sopir Angkutan Umum Semarang Menganggur karena Corona

Pemberlakuan PSBB diterapkan akibat Corona. Para sopir menganggur.
Angkutan umum.
Photo :
  • U-Report

Angkutan umum.

VIVA – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah telah melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) guna menekan penyebaran virus Corona COVID-19 sejak Senin 27 April 2020 hingga 24 Mei 2020 mendatang. 

Salah satu aturan dalam PKM tersebut ialah masyarakat diminta untuk menghindari keramaian, tidak bepergian keluar rumah, dan mengurangi volume transportasi angkutan kota.

Sebagian masyarakat menjalankan imbauan tersebut. Terbukti, jalan-jalan dan ruang publik terlihat mulai sepi di Kota Semarang. Situasi tersebut kemudian berimbas pada pendapatan supir angkutan kota, bus dalam kota dan bus pariwisata yang sudah mulai sepi penumpang.

Salah satu sopir bus dalam kota, Rudi Hartanto (38) mengaku sangat merasakan betul sepinya penumpang selama hampir tiga minggu. Menurutnya, sebelum adanya Corona, dia memperolah pendapatan kotor bisa mencapai sebesar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dalam sehari. 

"Kalau sekarang dapat 200 ribu sudah beruntung sekali itu. Rata-rata si cuma 100 ribu, belum itu terpotong setoran dan bensin, malah nombok," kata Rudi saat berbincang melalui sambungan telepon, Kamis 30 April 2020.

Bahkan Rudi mengaku pernah hanya mendapatkan lima penumpang dalam sehari dan tak dapat menyetor uangnya kepada pemilik bus. "Ya pernah saya setoran cuma 30 ribu saja, tapi pemilik bus juga pengertian karena kondisinya memang begini," ujarnya.