Anggaran Defisit, Banten Utang Rp800 Miliar untuk Penanganan COVID-19
Rabu, 6 Mei 2020 | 09:38 WIB

Anggaran Defisit, Banten Utang Rp800 Miliar untuk Penanganan COVID-19

Pemprov Banten meminjam uang ke Bank Jabar-Banten.
Gubernur Banten Wahidin Halim.
Photo :
  • VIVA/ Fajar Ginanjar Mukti.

Gubernur Banten Wahidin Halim.

VIVA –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim (WH), tidak memiliki uang untuk berjalannya roda organisasi pemerintahan dan penanganan COVID-19, sehingga harus meminjam uang sebesar Rp800 miliar ke Bank Jabar-Banten (BJB).

Pinjaman uang nyaris Rp 1 triliun itu tertuang dalam sebuah surat dengan kop lambang Garuda bernomor 980/934-BPKAD/2020 perihal Pemberitahuan kepada DPRD Banten tertanggal 29 April 2020.

Surat itu berbunyi :

"Disampaikan bahwa dampak pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap sumber-sumber penerimaan daerah, baik pendapatan asli daerah maupun pendapatan dana perimbangan, sedangkan belanja daerah kebutuhan penanganan COVID-19 seperti penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial harus segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam masa transisi administrasi terhadap pengakuan kas dan untuk menutup defisit cash flow, kami akan melakukan pinjaman daerah jangka pendek Kepada Bank BJB sebesar Rp 800 miliar, dengan jangka waktu kurang atau sama dengan satu tahun anggaran dengan kewajiban pembayaran kembali pinjaman dilunasi dalam tahun anggaran berkenaan, tanpa dikenakan bunga pinjaman.

Persyaratan pinjaman daerah dimaksud sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah nomor 56 tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah," begitu kutipan isi surat tersebut.