Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Jokowi Kembali Digugat ke MA
Rabu, 20 Mei 2020 | 14:53 WIB

Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Jokowi Kembali Digugat ke MA

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia yang mengajukan gugatan.
Presiden Joko Widodo ketika mengumumkan kenaikan BPJS Kesehatan (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Photo :
  • vstory

Presiden Joko Widodo ketika mengumumkan kenaikan BPJS Kesehatan (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

VIVA – Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan kembali digugat ke Mahkamah Agung (MA) Rabu, 20 Mei 2020. Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang mendaftarkan gugatan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan tersebut. 

Kenaikan iuran memang telah menulai tentangan dari berbagai pihak sebab dinilai tidak memiliki empati dengan keadaan sulit masyarakat saat pandemi COVID-19. 

"Bahwa ketika ketidakadilan berubah menjadi suatu hukum yang dipositifkan, maka bagi kami selaku warga negara yang melakukan perlawanan di muka hukum tentu menjadi sesuatu hal yang diwajibkan. Karena apa yang kita lakukan ini untuk mengontrol kebijakan menjadi suatu kebutuhan dan bukanlah karena suatu pilihan semata," kata Kuasa Hukum KPCDI Rusdianto Matulatuwa lewat keterangan resminya, Rabu, 20 Mei 2020.