Panglima Kumbang dan Pangllima Burung Suku Dayak, Mitos atau Fakta?
Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:36 WIB

Panglima Kumbang dan Pangllima Burung Suku Dayak, Mitos atau Fakta?

Belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan keduanya.
Tarian perang Suku Dayak
Photo :
  • ANTARA/ Yusran Uccang

Tarian perang Suku Dayak

VIVA – Berbicara Suku Dayak, tentu hal-hal mistis yang langsung terbayang. Mandau terbang, penggal kepala hingga kisah panglima Burung dan Panglima Kumbang yang legendaris. Setelah nama Panglima Kumbang alias Udin Balok kembali mencuat, tentu menarik untuk kembali mengulas keberadaannya.

Misteri masih belum terungkap mengenai dua sosok mistis Suku Dayak ini. Ada yang  meyakini dua panglima tersebut sebagai sosok mistis, bukan manusia. Keduanya akan muncul saat Suku Dayak dalam situasi tertentu. Salah satunya perang. Tak heran jika saat kerusuhan Sampit silam, nama keduanya ‘meledak’.

Tapi tak sedikit yang menyebut Panglima Kumbang dan Panglima Burung adalah orang Dayak yang sakti. Tak heran jika beberapa orang mengaku sebagai Panglima Kumbang maupun Panglima Burung. Nama Udin Balok selalu dikaitkan dengan Panglima Kumbang. Namanya tenar bersama Habib Bahar bin Smith.

Namun klaim Udin Balok sebagai Panglima Kumbang berkali-kali juga dimentahkan. Bahkan Dewan Adat Dayak beberapa tahun silam menegaskan Udin Balok bukan orang Dayak. Mereka juga mendesak Udin Balok meminta maaf kepada masyarakat Dayak. 

Kembali ke pertanyaan apakah Panglima Burung dan Panglima Kumbang nyata atau hanya mitos. Yang jelas, hingga saat ini tak ada data kuat yang menyebutkan akan menunjukkan keberadaan Panglima Kumbang dan Panglima Burung.

Mengaku Panglima Kumbang dan Panglima Burung

Foto: Dua orang yang mengaku sebagai Panglima Burung dan Panglima Kumbang

Panglima Kumbang dan Panglima Burung Bak Air dan Api

Pada kerusuhan Sampit yang terjadi pada tahun 2000-an silam, nama Panglima Burung naik daun. Cerita yang berkembang, Panglima Burung sebagai komando tertinggi sekaligus tetua yang memimpin perang orang Dayak. Konon kabarnya, ia tinggal di pedalaman dan baru akan turun gnung saat suku Dayak terancam.

Cerita lain menyebut, Panglima Burung adalah sosok yang bisa berubah-ubah menjadi laki-laki dan perempuan. Tempat tinggalnya masih misteri. Ada pula yang menyebut Panglima Burung adalah tokoh adat Dayak yang sudah meinggal. Hanya saja orang Dayak bisa berkomunikasi dengannya saat dibutuhkan.

Terkait nama Panglima Burung, sosok ini diyakini sebagai jelmaan burung enggang, salah satu satwa langka dan keramat di Kalimantan. Kenapa dinamai Panglima Burung? Ceritanya, sosok panglima ini adalah jelmaan burung enggang, salah satu satwa asli Kalimantan. 

Karena misterinya itu, maka tak heran banyak orang yang mengaku sebagai Panglima Burung. Salah satunya orang yang bernama Baonk. Namun semuanya tak terbukti bahkan mendapat penolakan dari masyarakat Dayak. Hal yang sama juga dengan Panglima Kumbang.

Berbicara mengenai Panglima Kumbang, sosok ini sangat berlawanan dengan Panglima Burung. Kalau Panglima Burung penebar teror, maka Panglima Kumbang dianggap sebagai juru damai. Meski berbicara kesaktian, Panglima Kumbang juga tak kalah dengan Panglima Burung.

Karena karakternya yang sabar, Panglima Kumbang akan selalu memilih jalan damai pertamanya. Jika jalan damai tak dapat ditempuh, baru datanglah Panglima Burung yang akan memimpin perang. Yang menarik, statusnya yang masih misterius itu pula yang membuat beberapa orang mengaku sebagai Panglima Kumbang.

Salah satunya, Udin Balok yang namanya melejit karena kedekatannya dengan Habib Bahar bin Smith. Namun berkali-kali pula masyarakat Dayak membantah sosok Udin Balok sebagai Panglima Kumbang alias palsu atau KW. Satu-satunya fakta, nama Panglima Burung dan Panglima Kumbang tetap hidup di tengah masyarakat Dayak.

Baca juga: Kawal Habib Bahar, Kedok Panglima Kumbang Kembali Dibongkar

loading...
Muat Lainnya...