Soeharto Pernah Menolak Ditawari Pindah ke Negara Lain Usai Lengser
Senin, 8 Juni 2020 | 18:25 WIB

Soeharto Pernah Menolak Ditawari Pindah ke Negara Lain Usai Lengser

Hal tersebut diungkapkan oleh Mbak Tutut.
Presiden RI ke-2, Soeharto.
Photo :
  • www.nrc.nl

Presiden RI ke-2, Soeharto.

VIVA – Usai lengser dari jabatannya, Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, diklaim mendapat ajakan untuk bergabung dan memperoleh perlindungan dari negara lain. Namun, Presiden RI yang berkuasa selama 32 tahun itu menolak tawaran tersebut.

Kisah ini diceritakan pada hari ulang tahun Soeharto, pada 8 Juni, oleh putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut, di akun Instagram pribadinya.

Tutut menceritakan, pada periode tahun 90-an, ketika rakyat sudah menyuarakan agar Soeharto diturunkan dan diadili atas kesalahannya, sang ayah akhirnya mengikuti kemauan rakyat.

Soeharto yang memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Presiden kemudian ditawari oleh sejumlah pemimpin negara lain, untuk datang ke negara mereka. Akan tetapi, Soeharto menolak dengan alasan ingin tetap berada di Indonesia.

Baca Juga: VIDEO: Warga Depok Protes Tarif Listrik Naik, Begini Penjelasan PLN

"Saya tidak akan pergi ke mana-mana. Ini rumah saya. Saya akan tetap disini. Sampaiken terima kasih saya pada sahabat-sahabat saya dari negara-begara lain. Tapi maaf, saya tidak akan meninggalken Indonesia. Saya lahir di Indonesia. Seandainya saya harus mati, saya akan mati di Indonesia, negeri dimana saya dilahirken,” tulis Tutut mengutip pernyataan Soeharto kala itu.