Menteri Basuki Tinjau Lahan Potensial Lumbung Pangan Baru di Kalteng
Senin, 15 Juni 2020 | 17:30 WIB

Menteri Basuki Tinjau Lahan Potensial Lumbung Pangan Baru di Kalteng

Target 2 tahun lahan 165.000 ha sudah bisa digunakan untuk pertanian.
Menteri Basuki saat meninjau lokasi rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Rawa Tahai, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Minggu (14/6/2020).
Photo :

Menteri Basuki saat meninjau lokasi rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Rawa Tahai, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Minggu (14/6/2020).

VIVA – Memanfaatkan waktu libur di tengah Pandemi Covid-19, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lahan potensial yang merupakan kawasan aluvial pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Lahan tersebut merupakan bagian dari rencana lokasi program pengembangan food estate sebagai daerah yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 - 2024.

Menteri Basuki berkunjung ke Kalimantan Tengah untuk menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi yang telah memilih Kalteng sebagai kawasan food estate atau pusat pengembangan tanaman pangan di luar Pulau Jawa, setelah ada beberapa alternatif seperti di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Merauke. 

"Menurut saya Kalteng merupakan pilihan yang tepat, karena sudah ada jaringan irigasi, petani, hingga sistem pendukung produksi pertanian yang baik,” kata Basuki saat meninjau salah satu lokasi rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Rawa Tahai di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Minggu (14/6/2020).

Sebelumnya pada hari pertama kunjungannya, Sabtu (13/6/2020), Menteri Basuki berkunjung ke DI Rawa Dadahup, DI Rawa Palingkau, dan DI Rawa Anjir Serapat di Kabupaten Kapuas. 

Sejumlah infrastruktur yang ditinjau, diantaranya kesiapan konektivitas jalan dan jaringan irigasi, sebab penyiapan atau penyediaan infrastruktur yang memadai merupakan suatu keharusan, agar rencana pengembangan sektor pertanian bisa dilakukan secara optimal di Kalteng.

Dari 165.000 hektar lahan potensial tersebut, seluas 85.500 hektar merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.