Ekonomi Terdampak Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Program 2020
Selasa, 23 Juni 2020 | 14:00 WIB

Ekonomi Terdampak Covid-19, Kementerian PUPR Percepat Program 2020

Sebanyak 3.577 paket atau 70% senilai Rp 35,2 triliun sudah terkontrak
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Kerja Kementerian PUPR 2020
Photo :

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Kerja Kementerian PUPR 2020

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran 2020 guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Akibat terjadinya Pandemi  COVID-19, Kementerian PUPR melakukan realokasi dan refocusing anggaran dari Rp 120,2 triliun menjadi Rp 75 triliun dengan 5.146 paket pekerjaan.

“Dampak dari Pandemi COVID-19 bagi Indonesia sangat berat, dimana alat penggerak ekonomi yang diharapkan hanya APBN. Sebagai Kementerian yang bertugas membelanjakan uang negara, Kementerian PUPR harus bisa berkontribusi untuk percepatan ekonomi dengan mempercepat pelaksanaan lelang,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Kerja Kementerian PUPR 2020, Senin (22/6/2020).

Dari 5.146 paket pekerjaan sebanyak 3.577 paket atau 70% senilai Rp 35,2 triliun sudah terkontrak, 1.218 paket atau 23% senilai Rp 37,7 triliun dalam proses lelang dan 351 paket atau 7% senilai RP 13,7 triliun belum proses lelang.

Progres paket pekerjaan yang sudah sudah terkontrak pada Juni 2020 ini lebih tinggi dibanding dengan tahun lalu. Pada Juni 2019 sebanyak 3.410 paket terkontrak dan Juni 2020 sebanyak 3.577 paket.

Sebanyak 351 paket pekerjaan belum terkontrak di antaranya disebabkan oleh refocusing anggaran, detail engineering design (DED) belum selesai dan perubahan paket dari single year contract (SYC) menjadi multi years contract (MYC).