Muncul Masker Antivirus Korupsi: Pedulimu, Antikorupsimu!
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:59 WIB

Muncul Masker Antivirus Korupsi: Pedulimu, Antikorupsimu!

Korupsi ibaratkan virus yang berbahaya.
Masker Antivirus Korupsi.
Photo :
  • Dokumentasi KPK

Masker Antivirus Korupsi.

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat peduli antikorupsi dengan menggelar kampanye “Pedulimu, Antikorupsimu”. Kampanye dilakukan dengan membagikan 25.000 masker kain bertuliskan Antivirus Korupsi.

“Di masa pandemi COVID-19, KPK tetap melakukan edukasi guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai antikorupsi,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada awak media, Jumat, 26 Juni 2020.

Korupsi, lanjut Lili, ibarat virus yang berbahaya. KPK mengajak masyarakat untuk bersikap dan berperilaku peduli dengan selalu memakai masker selama masa pandemi sebagai perlindungan diri sendiri, keluarga serta lingkungan sekitar dari wabah COVID-19. Sekaligus sebagai simbol pencegahan diri dari korupsi yang diibaratkan sebagai virus.

“Melalui kampanye ini, KPK memperkenalkan nilai kepedulian sebagai salah satu dari sembilan nilai antikorupsi, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan berlangsung di tiga titik, yaitu di depan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jl. HR Rasuna Said Kav C1, sekitar Patung Pemuda Senayan, dan Gedung FX Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 itu dihadiri dua Pimpinan KPK, Lili Pintauli Siregar dan Alexander Marwata.

Masker dibagikan kepada para pengendara mobil dan motor, pejalan kaki, serta masyarakat umum yang sedang berkegiatan atau berada di sekitar lokasi kegiatan.

Pada pukul 11.00 WIB, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga turut membagikan masker yang sama kepada jamaah shalat jumat dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi Masjid Sunda Kelapa, Jakarta.

Sebelumnya, KPK menggandeng sejumlah mitra BUMN seperti Garuda Indonesia, Kereta Api Indonesia, Telkomsel, hingga Kantor Berita dan Lembaga Penyiaran seperti Antara, RRI dan TVRI, dalam penyebaran materi kampanye antikorupsi berupa film, video dan konten-konten edukasi kreatif lainnya yang KPK produksi.

KPK berharap dengan semakin banyak mitra pemangku kepentingan yang terlibat dalam kampanye dan edukasi antikorupsi, dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk berperilaku antikorupsi dan menolak setiap bentuk korupsi.

Baca juga: Gempa 6.4 SR Guncang Tempat Tinggal Muslim Uighur di China