Jokowi Marahi Menteri, Fahri Hamzah: Presiden Punya Hak Penuh

Jokowi Marahi Menteri, Fahri Hamzah: Presiden Punya Hak Penuh

Jumat, 3 Juli 2020 | 05:30 WIB
Kata Fahri, posisi presiden itu kuat
Presiden Jokowi saat rapat kabinet.
Photo :
  • Tangkapan layar

Presiden Jokowi saat rapat kabinet.

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu menggelar rapat untuk mengambil sebuah keputusan atau kebijakan. Karena menurut dia, Indonesia menggunakan sistem presidensialisme bukan parlementarisme. Sehingga, posisi Presiden itu kuat.

"Presiden itu dipilih dan memimpin presidensialisme dengan kekuatan penuh. Presiden itu tidak perlu rapat, ini yang saya ulang-ulang," kata Fahri saat acara Indonesia Lawyers Club yang dikutip pada Kamis, 2 Juli 2020.

Menurut dia, rapat itu diperlukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena yang memilih beda partai, beda daerah pemilihan dan beda pemilih. Nah, sebanyak 575 orang datang ke Gedung DPR untuk berbedat dan rapat demi mencapai konsensus serta kesepakatan.

"Presiden Republik Indonesia dalam sistem presidensialisme, dia tidak perlu rapat. Ini kekeliruan tuh," ujar mantan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.