Ojek Online hingga Hotel di Kota Bogor Diizinkan Beroperasi
Jumat, 3 Juli 2020 | 09:10 WIB

Ojek Online hingga Hotel di Kota Bogor Diizinkan Beroperasi

Kota Bogor mulai menerapkan fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru.
Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachim.
Photo :
  • VIVA/Muhamad AR

Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachim.

VIVA – Dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa transisi pada 2 Juli 2020, Pemerintah Kota Bogor mulai menerapkan fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) per 3 Juli 2020 hingga satu bulan ke depan.

Dalam keterangan resminya di Balai Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan keputusan penerapan fase Pra-AKB dengan mengizinkan beroperasinya sejumlah sektor. Bima mengibaratkan pertarungan melawan Covid-19 seperti lari maraton sehingga strateginya harus jangka panjang.

“Walaupun ada data-data yang relatif membahagiakan dan sangat baik, cara pandang kita tetap cara pandang maraton tadi. Misalnya mau lari 10 kilometer, lalu hingga kilometer ke-5 catatan waktunya masih baik, tapi belum tentu di kilometer ke-6 atau ke-7 kita bisa tetap baik. Barangkali bisa tidak sampai garis finis. Jadi, data itu kita sikapi betul-betul perspektif jangka panjang. Strateginya harus matang,” katanya.

Baca: Manggung saat PSBB Dipermasalahkan, Rhoma Irama Sebut Nama Artis Lain

Ia mencontohkan angka reproduksi efektif (Rt) atau angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor merupakan paling rendah dibanding daerah lain di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut angka Rt Kota Bogor 0,33.

“Jadi, mengingat kedekatan kita dengan Jakarta, angka ini sangat baik. Tapi sekali lagi, kita harus tetap waspada. Ini maraton, ini jangka panjang. Bahkan, dari Jabar ada prediksi puncak pandemi masih awal tahun depan. Kami pada prinsipnya menyelaraskan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Kesehatan adalah yang utama. Namun ekonomi juga harus diperhatikan,” kata Bima.