Bacakan Pledoi, Sofyan Basir Merasa Dicari-cari Kesalahannya oleh KPK

Bacakan Pledoi, Sofyan Basir Merasa Dicari-cari Kesalahannya oleh KPK

Senin, 21 Oktober 2019 | 17:28 WIB
"Sesuatu yang ganjil dan tidak patut."
Sofyan Basir Resmi Ditahan KPK
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Sofyan Basir Resmi Ditahan KPK

VIVA – Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir membacakan nota pembelaan atau pledoi pribadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

Di hadapan majelis hakim, Sofyan menyebut kasus yang menjerat dirinya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat dipaksakan. Sofyan Basir merasa telah dicari-cari kesalahannya dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"Penetapan saya selaku tersangka dalam perkara ini terkesan dipaksakan dan dicari-cari kesalahannya," kata Sofyan.

Apalagi jaksa KPK sampai mengaitkan pasal suap dengan Pasal 56 ayat 2 KUHP, yang menyinggung soal membantu memberikan kesempatan, daya upaya, atau keterangan untuk melakukan kejahatan. Menurut dia, itu sangat ganjil dan tidak patut dikaitkan dengan kewenangannya. "Sesuatu yang ganjil dan tidak patut," kata Sofyan.

Dalam pembelaannya, Sofyan juga berdalih tak tahu-menahu mengenai fee agent yang diterima bos Blackgold Natural, Johannes Budisutrisno Kotjo dari China Huadian Engineering Company (CHEC) untuk mengurus proyek PLTU Riau-1. Dia juga berkelit tak mengetahui rencana pembagian fee agent dari Kotjo itu ke beberapa pihak, termasuk ke mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

"Itu sesuai keterangan Kotjo dalam persidangan bahwa saya tidak tahu-menahu mengenai adanya fee agent dan rencana beberapa pihak terima itu dan apalagi pemberian kepada saya," kata Sofyan.

Berita Terkait :
Saksikan Juga