Limbah Ciu Diduga Cemari Sungai Bengawan Solo
Limbah Ciu Diduga Cemari Sungai Bengawan Solo
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.28

Limbah Ciu Diduga Cemari Sungai Bengawan Solo

Jumat, 8 November 2019 | 17:37 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/11/08/5dc5447dc461e-limbah-ciu-diduga-cemari-sungai-bengawan-solo-belasan-ribu-pelanggan-pdam-kesulitan-air-bersih_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Kepala Instalasi Produksi Wilayah Selatan Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Nuryanto, menunjukkan hasil produksi air bersih yang tercemar limbah. - FAJAR SODIQ

Pencemaran limbah alkohol terjadi di aliran sungai Bengawan Solo sehingga menyebabkan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Toya Wening Solo sempat tidak beroperasi.

Pencemaran aliran sungai terpanjang di Jawa itu berdampak pada layanan terhadap sekitar 16.000 pelanggan perusahaan air minum daerah itu.

Pencemaran yang terjadi di Sungai Bengawan Solo disumbang oleh sejumlah anak sungai yang bermuara di sungai tersebut. Salah satu sungai yang ikut mencemari Bengawan Solo adalah Sungai Samin.

Di aliran sungai itu warna air terlihat cukup hitam pekat serta mengeluarkan bau ciu yang merupakan salah satu produk olahan alkohol.

Sukir, seorang warga yang tinggal tak jauh dari pertemuan antara aliran Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Samin, menyebut aliran sungai tersebut sudah tercemar limbah ciu.

Sejumlah orang yang belakangan ini berendam di tempuran antara kedua sungai itu, kata Sukir, mengaku merasa gatal.

"Kalau buat berendam, gatal. Banyak yang sudah merasakan gatal-gatal, seperti orang yang mancing dan menjaring ikan merasa gatal kalau terkena air tercemar itu," ucapnya kepada wartawan di Solo, Fajar Sodiq, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Kepala Instalasi Produksi Wilayah Selatan Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Nuryanto, mengatakan pencemaran yang terjadi menyebabkan produksi di IPA Semanggi terhenti sejak Jumat lalu.

Alasannya, kata Nuryanto, IPA Semanggi tidak mampu mengolah bahan baku air yang tercemar tersebut. Ia berkata, warna bahan baku air itu sangat pekat dan sangat berbau alkohol.

"Kami berhenti mengolah air karena limbah seperti itu bukan kapasitas alat kami," tutur Nuryanto.

Saksikan Juga