10 Tokoh Kontroversial 2019: Jokowi, UAS, Ahok hingga Rizieq (II)
Selasa, 24 Desember 2019 | 08:32 WIB

10 Tokoh Kontroversial 2019: Jokowi, UAS, Ahok hingga Rizieq (II)

Tokoh yang kebijakan atau pernyataannya tuai polemik atau diburu pers.
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.
Photo :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman (Bandung)

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

VIVA – Bangsa Indonesia memasuki tahun 2019 dengan cemas. Sebab situasi nasional menghangat seturut dinamika politik menjelang pemilu pada bulan April, yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas. Perselisihan gara-gara perbedaan pilihan politik menjadi pemicunya.

Meski gejalanya sudah terasa sejak tahun 2018, dinamika politik meninggi sejak awal tahun 2019. Hampir seluruh perhatian publik tertuju pada pemilu. Elite politik hingga rakyat jelata pun membicarakan politik hampir sepanjang waktu; mereka terbelah dalam dua kubu dengan penyebutan bernada olok-olok: satu kelompok disebut kaum Cebong, yang lainnya dicap kaum Kampret.

Beberapa bulan setelah pemilu, dinamika politik mulai mereda, meski tak sepenuhnya. Peristiwa maupun pernyataan kontroversial sejumlah elite masih ramai dan menjadi polemik hingga menjelang tutup tahun. Sebagian sisa-sisa dinamika pemilu, sebagian yang lain polemik baru.

Tim redaksi VIVAnews memilah dan memilih serta mengompilasi sedikitnya 10 tokoh yang kebijakan atau pernyataannya menuai polemik, atau minimal mendadak menjadi narasumber yang paling diburu oleh pers alias newsmaker.

Baca edisi sebelumnya: 10 Tokoh Kontroversial 2019: Jokowi, UAS, Ahok hingga Rizieq (I)

Berikut ini lanjutan kilasan selengkapnya.

6. Nadiem Makarim

Mendikbud Nadiem Makarim di Istana Negara

Publik selama ini mengenal Nadiem Anwar Makarim sebagai pendiri sekaligus chief executive officer (CEO) perusahaan Gojek. Pada 22 Oktober, Nadiem menyatakan mengundurkan diri sebagai CEO Gojek setelah pagi harinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Esok harinya, Presiden mengumumkan kabinet menterinya dengan Nadiem sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengumuman itu cukup mengejutkan publik karena sebelumnya, berdasarkan rekam jejak dan prestasinya membangun perusahaan digital, Nadiem disebut-disebut akan ditunjuk sebagai menteri di bidang komunikasi dan informatika atau bidang ekonomi kreatif.

Sebagai menteri pendidikan, Nadiem membuat gebrakan dengan mencanangkan kebijakan "Merdeka Belajar", yang salah satunya menghapus Ujian Nasional (UN). Namun, dalam rapat dengan Komisi X DPR pada 12 Desember, dia mengklarifikasi istilah "menghapus" UN yang ramai diberitakan. Ia mengatakan tidak menghapus UN tetapi hanya menggantinya dengan sistem baru.

Baca juga: Nadiem Makarim: Sistem Pengganti UN Dorong Nalar Siswa

7. Erick Thohir

Erick Thohir juga datangi Istana dengan pakai kemeja putih.