Raja Keraton Agung Sejagat Tetap Akui NKRI dan Presiden Jokowi

Raja Keraton Agung Sejagat Tetap Akui NKRI dan Presiden Jokowi

Rabu, 15 Januari 2020 | 15:04 WIB
Para pengikut Keraton Agung Sejagat dimintai uang untuk iuran.
Toto Santoso, pria yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat.
Photo :
  • Twitter @aritsantoso

Toto Santoso, pria yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat.

VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menetapkan status tersangka terhadap dua orang yang mengaku sebagai raja dan ratu/permaisuri Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia. Aparat menjerat mereka dengan pasal tentang penyebaran kebohongan, menimbulkan keonaran, dan memungut sejumlah uang untuk tujuan yang tidak jelas.

Polisi memeriksa kedua tersangka dari banyak aspek, tidak hanya yuridis, melainkan juga historis, sosiologis, psikologis, dan hubungannya dengan konstitusi atau ketatanegaraan Indonesia. Dalam aspek yang terakhir, polisi memeriksa kedua tersangka dan para saksi untuk memastikan bahwa Keraton Agung Sejagat tidak bertentangan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia.

"Namun demikian tersangka mengatakan tidak ada; mereka tidak bertentangan, mereka tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia; mengakui presiden dan wakil presiden dan seluruh pemerintahan Indonesia," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel dalam telekonferensi dengan tvOne pada Rabu, 15 Januari 2020.

Berita Terkait :
Saksikan Juga