Dua Bupati di Flores ‘Perang’ Aturan Akses Wilayah gara-gara Corona

Dua Bupati di Flores ‘Perang’ Aturan Akses Wilayah gara-gara Corona

Sabtu, 16 Mei 2020 | 08:34 WIB
Manggarai Barat daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di NTT.

VIVA – Bupati Manggarai Deno Kamelus baru-baru ini menyurati Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula yang meminta agar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Manggarai Barat tidak lagi dirujuk ke RS dr Ben Mboi Ruteng.

Alasan Bupati Manggarai, pemerintah pusat telah menetapkan RSUD Komodo di Labuan Bajo sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), selain RSU WZ Johannes di Kupang dan RSUD Hillers di Maumere.

“Memperhatikan perkembangan rujukan pasien asal Kabupaten Manggarai Barat yang akhir-akhir ini lebih banyak diarahkan ke RSUD dr. Ben Mboi dan RS St Rafael Cancar, kami meminta Bapak Bupati Manggarai Barat untuk mengambil kebijakan agar pasien-pasien asal Kabupaten Manggarai Barat langsung saja dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo sebagai Rumah Sakit Rujukan,” tulis Deno dalam suratnya pada 11 Mei 2020.

Surat itu juga memuat ketentuan untuk warga yang bepergian dari Manggarai Barat sebagai daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di NTT. Deno menegaskan, bagi warga yang bepergian dari Manggarai Barat ke Manggarai wajib membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter, Surat Keterangan Hasil Rapid Test, Surat Rekomendasi Perjalanan dari Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat serta menunjukkan identitas diri berupa KTP/KK/SIM.

Bupati Manggarai kemudian mendirikan posko Covid-19 di perbatasan, di Weri Pateng, Kecamatan Lelak. Posko berada di jalur trans Flores Ruteng-Labuan Bajo. Semua warga yang bepergian dari Manggarai Barat disuruh pulang karena tidak mengantongi surat keterangan rapid test. Umumnya mereka hanya membawa KTP dan SIM.

Berita Terkait :
Saksikan Juga