Kisah Sedih Nenek Sumi, Berlebaran Tak Merasakan Ketupat dan Opor Ayam

Kisah Sedih Nenek Sumi, Berlebaran Tak Merasakan Ketupat dan Opor Ayam

Rabu, 27 Mei 2020 | 01:00 WIB
Ia mengaku buat makan sehari-hari saja mengalami kesulitan

VIVA – Jangankan menikmati opor ayam dan ketupat saat Idul Fitri 1441 Hijriah, untuk makan sehari-hari saja, Nenek Sumi (83) dan putra bungsunya, Darwis (40) harus menunggu uluran tangan dari tetangga, saudara ataupun dermawan. Mereka tinggal di sebuah rumah yang atapnya sudah ambruk dan temboknya bolong.

Jika hujan turun, nenek dan anaknya harus mencari bagian rumah yang tak bocor untuk berteduh. Nahasnya, sang anak tidak bisa bekerja karena kaki kirinya lumpuh akibat digigit ular tanah. Sehingga tidak bisa membantu untuk mencari nafkah atapun sekadar makan. Keduanya, hanya menunggu uluran tangan dari tetangga dan saudara.

Meski pendengarannya sudah tak lagi bagus, jalan nya membungkuk, sang nenek dan anak bungsunya itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bansos Tunai (BST) ditengah pandemi covid-19 ini.

"Kalau makan seketemu aja, ada yang ngasih aja dari tetangga. Segala baskom untuk menampung air hujan (atap bocor). Berdua aja tidur disini," kata Nenek Sumi saat ditemui di kediamannya, Selasa, 26 Mei 2020.

Baca juga: Kisah Nenek Rusmi, Tak Pernah Rasakan Bantuan Pemerintah

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler