Pemerintah Klaim Sudah Hitung Risiko jika Tetap Berangkatkan Haji

Pemerintah Klaim Sudah Hitung Risiko jika Tetap Berangkatkan Haji

Selasa, 2 Juni 2020 | 20:37 WIB
Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan.
Kelompok pertama jemaah calon haji asal Sumatera Selatan ketika tiba di Asrama Haji Palembang, Minggu, 7 Juli 2019.
Photo :
  • VIVA/Sadam Maulana

Kelompok pertama jemaah calon haji asal Sumatera Selatan ketika tiba di Asrama Haji Palembang, Minggu, 7 Juli 2019.

VIVA – Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020. Kebijakan itu diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi virus corona.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan, Alfajri Zabidi, melalui Kasubbag Humas Saefudin menjelaskan, hari ini Menteri Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun.

Menurut Saefudin, keputusan itu sudah melalui kajian mendalam, karena untuk di Sumatera Selatan, ada sebanyak 7.012 calon jemaah haji yang batal diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah. Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan,” kata Saefudin, Selasa, 2 Juni 2020.

Baca: DPR Tuding Menteri Agama Tak Tahu Undang-Undang karena Batalkan Haji

Sesuai amanat Undang-Undang, katanya, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jemaah haji juga harus dijamin dan diutamakan. Bahkan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi.

Berita Terkait :
Saksikan Juga