MUI: RUU HIP Wajib Ditolak, Ada Oknum Ingin Bangkitkan Komunis

MUI: RUU HIP Wajib Ditolak, Ada Oknum Ingin Bangkitkan Komunis

Sabtu, 13 Juni 2020 | 20:50 WIB
MUI duga konseptor adalah oknum yang ingin bangkitkan komunis.
Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi
Photo :
  • VIVA/Syaefullah

Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi

VIVA – Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan maklumat perihal adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini dibahas oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dalam maklumat itu disebutkan, bahwa RUU itu tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia. Partai komunis, dalam TAP MPRS itu merupakan organisasi terlarang di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Serta, ada larangan setiap kegiatan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis, marxise-leninisme yang merupakan sebuah bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang sadis, biadab dan memilukan yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

"Sehingga sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020.

Baca juga: Fadli Zon Vs Mahfud MD soal RUU HIP yang Bikin Resah

Ia menjelaskan, RUU HIP telah mendistorsi substansi dan makna nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945.

"Kami memaknai dan memahami bahwa pembukaan UUD Tahun 1945 dan batang tubuhnya telah memadai sebagai tafsir dan penjabaran paling otoritatif dari Pancasila, adanya tafsir baru dalam bentuk RUU HIP justru telah mendegradasi eksistensi Pancasila," katanya. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga