Kronologi Hakim dan Juru Sita PN Surabaya Meninggal Mendadak | Halaman 2

Kronologi Hakim dan Juru Sita PN Surabaya Meninggal Mendadak

Senin, 15 Juni 2020 | 01:00 WIB
Hakim di PN Surabaya meninggal dunia setelah berolahraga bulutangkis.
Pengadilan Negeri Surabaya
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Pengadilan Negeri Surabaya

Nah, menjelang waktu Salat Jumat, Eko pulang ke indekosnya di Jalan Tidar. "Setelah itu, dia menghubungi salah satu rekan hakim yang kos di tempat yang sama mengatakan minta dibantu dan ditolong karena sesak napasnya. Dia juga menghubungi keluarganya, kondisinya perlu bantuan segera dievakuasi," ujar
Ginting. 

Segera setelah itu, ambulans datang dan Eko dibawa ke klinik terdekat. Saat akan dibawa, Ginting mengatakan napas Eko sudah tersengal-sengal. "Sampai di sana (klinik) sudah meninggal. Jadi, kita setelah itu, pengadilan kan ingin tahu penyebabnya, supaya bisa mengantisipasi karena ada kondisi Covid-19, warga pengadilan berisiko terpapar," tandas Ginting. 

Berdasarkan koordinasi dengan petugas Gugus Tugas Covid-19 setempat, Ginting mengatakan jenazah Hakim Eko tak perlu dites swab. Ia menduga Eko meninggal karena serangan jantung. "Tidak bisa lagi dites, apakah dia Covid atau apa, tidak bisa lagi (dites swab) kata Gugus Covid menyampaikan, makanya jenazah segera kami evakuasi ke kediaman beliau di Yogya," tuturnya. 

Sekira dua hari sebelum itu, lanjut Eko, seorang juru sita PN Surabaya bernama Aji Surahmad juga meninggal dunia secara mendadak. Waktu itu, pagi sebelum waktu kerja, almarhum sempat menemui pihak pengadilan izin tidak bisa bekerja karena akan mengurus istrinya yang sakit maag di RS Siloam. "Tiba-tiba meninggal di rumahnya. Sempat dirawat," ujar Ginting.

Berita Terkait :
Saksikan Juga