Suku Baduy Ingin Lokasi Adatnya Hilang dari Peta Wisata Indonesia
Selasa, 7 Juli 2020 | 15:51 WIB

Suku Baduy Ingin Lokasi Adatnya Hilang dari Peta Wisata Indonesia

Suku Baduy sudah mengirim surat ke Presiden Jokowi.
Suku Baduy
Photo :
  • VIVA/ Sumiyati

Suku Baduy

VIVA – Masyarakat suku adat Baduy, yang di wakilkan kepada empat orang, yakni Heru Nugroho sebagai pegiat internet, Henri Nurcahyo pegiat seni dan budaya, Anton Nugroho pegiat sosial dan lingkungan, dan Fajar Yugaswara pegiat seni, diberi mandat oleh sesepuh adat Baduy, untuk mengirim surat terbuka ke Presiden Jokowi, agar wilayah adat mereka tidak lagi dijadikan lokasi wisata.

Surat tersebut tertanggal 06 Juli 2020 mengenai Permohonan Perlindungan Pelestarian Tatanan Nilai Adat Baduy.

Surat itu pun dicap jempol oleh tiga jaro atau kepala desa, yakni Jaro Saidi sebagai Tanggungan Jaro 12, Jaro Aja sebagai Jaro Dsngka Cipari, dan Jaro Madali sebagai Pusat Jaro 7.

"Agar bapak presiden melalui perangkat birokrasinya, berkenan membuat dan menetapkan sebuah kebijakan, supaya wilayah adat Baduy tidak lagi dicantumkan sebagai lokasi objek wisata. Dengan kata lain, kami memohon agar pemerintah bisa menghapus wilayah Adat Baduy dari peta wisata Indonesia," begitu bunyi petikan surat tersebut, yang dikutip pada Selasa, 07 Juli 2020.