Fadli: Kerja Prabowo Jadi Menhan Bagus, Belum Ada Celah Dikritik
Rabu, 8 Juli 2020 | 10:56 WIB

Fadli: Kerja Prabowo Jadi Menhan Bagus, Belum Ada Celah Dikritik

Fadli Zon nilai kinerja Prabowo di Kabinet Indonesia Maju.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.
Photo :
  • VIVAnews/ Syaefullah.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin masih bagus sehingga belum ada celah untuk dikritiknya. Tapi, ia tidak segan untuk mengkritik Prabowo jika kinerjanya tidak memuaskan rakyat.

Hal itu disampaikan Fadli saat ditanya oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun yang diunggh ke Youtube berjudul ‘Fadli Zon: Leadership Jokowi Kurang Bisa Menyatukan Bangsa’. Menurut Refly, publik melihat Fadli selalu kritis terhadap Pemerintahan Jokowi. Tapi, ia belum tampak mengkritik kerja Prabowo yang sudah menjadi pembantu Presiden RI periode 2019-2024.

"Persoalannya sejauh ini langkah-langkah Menhan bagus, bahkan bisa mengkoreksi deal-deal pembelian alutsista mungkin yang tepat. Jadi saya melihat belum ada celah untuk mengkritik," kata Fadli dikutip dari Youtube pada Rabu, 8 Juli 2020.



Tentu saja, Fadli bakal mengkritik Prabowo apabila nanti dalam kerjanya tidak sesuai aturan perundang-undangan dan lainnya. Sebab, kata Fadli, itu bagian dari fungsi dan tugas seorang anggota legislatif dalam era demokrasi, yakni melakukan pengawasan terhadap kinerja eksekutif.

"Oh iya dong, itu bagian dari tugas legislatif. DPR itu harus mengawasi eksekutif," ujar Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Sebelumnya, Fadli mengaku punya kedekatan dengan Prabowo sejak menjadi aktivis mahasiswa. Bahkan, Fadli dianggap sebagai Juru Bicara Prabowo ketika beliau berada di luar negeri. Namun, kenapa Fadli tidak direkomendasikan menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 oleh Prabowo.

Soal tidak jadi Wakil Ketua DPR, Fadli mengatakan itu merupakan keputusan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Menurut dia, Prabowo mungkin dapat masukan-masukan entah dari mana dan orang-orang yang berada dalam pimpinan legislatif juga bisa bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya kan orang dianggap kritis. Saya menerima itu dengan kebahagiaan, tidak ada sedikit pun down. Saya menjalani takdir. Tapi hubungan baik-baik saja, enggak ada apa-apa juga kok," kata dia.

Baca juga: Fadli Zon Ungkap Rayuan Maut yang Bikin Prabowo Dirikan Partai