Wawan Sebut Sudah jadi Pengusaha Sebelum Atut Menjabat Gubernur
Kamis, 9 Juli 2020 | 16:39 WIB

Wawan Sebut Sudah jadi Pengusaha Sebelum Atut Menjabat Gubernur

Wawan mengaku sudah lama menggarap beberapa proyek di sejumlah daerah.
Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan
Photo :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan

VIVA – Bos PT Balipacific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan mengaku dirinya sudah sangat lama menjadi pengusaha. Bahkan jauh sebelum kakaknya, Ratu Atut Chosiyah menjadi Gubernur Banten. 

Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani itu mengaku, sudah mengerjakan beberapa proyek di sejumlah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan kementerian sebelum Banten dimekarkan dari Jawa Barat.

Baca juga: Wawan Suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Dituntut 6 Tahun Penjara

"Perusahaan saya, serta perusahaan lainnya yang ada di bawah kendali saya telah beroperasi sejak tahun 1995, dengan memperoleh pekerjaan dari Non SKPD Provinsi Banten dan sekitarnya dan kemudian pada tahun 2001, jauh sebelum kakak saya menjabat sebagai (Plt) Gubernur Provinsi Banten, saya sudah mengerjakan pekerjaan dari Dinas/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Banten," kata Wawan saat menyampaikan nota pembelaan atau pledoi dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

Wawan menuturkan, ia dibesarkan dari keluarga pengusaha dan menjalankan usaha jauh sebelum kakaknya diangkat jadi (Plt) Gubernur Provinsi Banten. Wawan juga memastikan bahwa penghasilan yang diperolehnya tidak hanya berasal dari proyek APBD Provinsi Banten.

"Namun juga memperoleh proyek-proyek yang bersumber dari Non-APBD Provinsi Banten yaitu dari Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Lampung serta Pemerintah Pusat (APBN), instansi vertikal, BUMN dan perusahaan swasta," kata Wawan.

Wawan pada perkaranya didakwa korupsi terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten, pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012. Wawan dituduh telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp50.083.473.826 dan memperkaya orang lain.