MAKI Sebut Ekstradisi Maria Pauline Cuma Buat Tutupi Malu Menkumham

MAKI Sebut Ekstradisi Maria Pauline Cuma Buat Tutupi Malu Menkumham

Jumat, 10 Juli 2020 | 00:06 WIB
Yasonna Laoly dinilai memiliki kinerja tak baik selama ini.
Maria Pauline Lumowa saat dibawa pulang dari Serbia ke Indonesia
Photo :
  • Ist

Maria Pauline Lumowa saat dibawa pulang dari Serbia ke Indonesia

VIVA – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyebut ekstradisi tersangka pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa hanyalah kedok untuk menutupi malu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly atas kinerjanya selama ini.

Pasalnya, beberapa waktu lalu Dirjen Imigrasi yang berada di bawah kepemimpinan Yasonna kecolongan setelah buron kasus Bank Bali Djoko Tjandra bebas keluar-masuk Indonesia tanpa terdeteksi.

"Ekstradisi Maria Pauline adalah menutupi rasa malu Menteri Yasona atas bobolnya buron Djoko Tjandra, dan menghilangnya Harun Masiku hingga saat ini yang belum tertangkap," kata Boyamin dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2020.

Boyamin menilai ada masalah yang perlu dibenahi, di mana ekstradisi Maria Pauline Lumowa menunjukkan cekal akibat DPO adalah abadi hingga tertangkap, meskipun tidak ada kabar kelanjutan proses hukum dari Kejaksaan Agung selaku penegak hukum. Sebab, nyatanya Maria Pauline Lumowa statusnya tetap cekal sejak 2004 hingga saat ini.