Memburu Buron Koruptor, Begini Cara yang Disarankan Pakar
Memburu Buron Koruptor, Begini Cara yang Disarankan Pakar
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Selasa, 14 Juli 2020 | 08:18 WIB

Memburu Buron Koruptor, Begini Cara yang Disarankan Pakar

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/14/5f0cfc51c185a-memburu-buron-kuroptor-seperti-djoko-tjandra-dan-sjamsul-nursalim-apa-cara-yang-paling-ampuh_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

Pemerintah dan penegak hukum Indonesia dinilai perlu menjalin kerja sama hukum yang baik dengan lebih banyak negara jika ingin memulangan buronan seperti Maria Pauline Lumowa.

Maria, buronan tersangka kasus pembobolan bank BNI senilai Rp1,7 triliun, baru-baru ini diekstradisi dari Serbia melalui apa yang digambarkan sebagai "jalur diplomasi tingkat tinggi" yang dijalin sejak Juli 2019.

Indonesia dan Serbia tidak memiliki perjanjian ekstradisi, namun kedua negara meratifikasi Konvensi PBB tentang Antikorupsi, atau UNCAC, yang menekankan kerja sama antarnegara untuk memperlancar investigasi atau proses pidana terhadap para koruptor.

"Tapi memang kendala utama, tidak hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain, adalah bagaimana membangun atau menjalin mutual legal assistance (MLA) atau kerja sama hukum timbal balik pidana," kata Kurnia Ramadhana, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Namun kalau bicara MLA kan bukan penangkapan, sehingga membutuhkan juga instrumen perjanjian ekstradisi," kata Kurnia.

 

 

Pengamat hukum internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan perjanjian ekstradisi dengan sebuah negara bukan menjadi jaminan bahwa negara tersebut akan memulangkan buron koruptor yang tengah dicari Indonesia, meskipun hal tersebut dapat mempermudah pemulangan mereka.

"Kita dengan Australia punya perjanjian ekstradisi. Tapi ketika kita minta Hendra Rahardja, Hendra pergi ke pengadilan di Australia, minta kepada pengadilan agar pihak eksekutifnya tidak mengembalikan ia ke Indonesia, dan dikabulkan, meskipun kita punya perjanjian ekstradisi," jelas Hikmahanto.

Hendra Rahardja merupakan terpidana seumur hidup dalam kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp2,569 triliun.

Ia dikabarkan meninggal dunia di Australia pada 2003.

ICW mencatat saat ini ada sekitar 40 buronan koruptor yang masih berada di luar negeri. Menurut Kurnia, para pelaku korupsi banyak meletakkan uangnya di negara-negara seperti "Swiss atau mungkin Singapura".

Tidak diketahui berapa jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh buron koruptor dalam 30 tahun terakhir, namun ia mengatakan bahwa jumlahnya "sangat fantastis".

 

Perjanjian dengan Singapura `tak kunjung diratifikasi`

 

Paku Utama, konsultan hukum dan praktisi pelacakan aset pidana, mengatakan bahwa buron koruptor di Indonesia menyimpan uangnya di luar negeri di negara-negara seperti di "Singapura, British Virgin Island, Cayman Island, Guernsey, dan Seychelles".

Saksikan Juga

MK Izinkan Mantan Koruptor Maju Pilkada, Siapa Senang?

TVONE NEWS - 8 bulan lalu
loading...