Soal Hukum Kalung Anti Corona, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Soal Hukum Kalung Anti Corona, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Selasa, 14 Juli 2020 | 20:16 WIB
Ustaz Somad menjawab pertanyaan salah satu warganet.
Ustaz Abdul Somad.
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Ustaz Abdul Somad.

VIVA – Masyarakat sempat dihebohkan dengan kalung eucalyptus yang diklaim dapat menjadi kalung anti virus corona. Kalung bertuliskan anti virus corona ini menjadi sorotan publik setelah diperkenalkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, awal Juli lalu.

Menanggapi viralnya kalung ini, Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, turut angkat bicara. Lewat akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, pendakwah kondang itu menjawab salah satu pertanyaan warganet tentang hukum kalung corona, sesuai ajaran Islam.

Dalam video yang diunggah di akun tersebut, UAS mengatakan sesuai ajaran Islam terdapat tiga cara yang dianjurkan, salah satunya adalah dengan menemui seseorang yang ahli di bidang medis. Kemudian metode pengobatan yang kedua adalah dengan cara ruqyah, sementara yang terakhir dengan memanfaatkan herbal.

UAS juga mengingatkan dengan batu Ponari beberapa tahun lalu sempat menghebohkan publik, karena diklaim ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dia mengimbau masyarakat agar tak tersesat, dan berujung pada sesuatu yang sifatnya syirik.

"Kenapa berobat dengan madu boleh, lalu kenapa dengan batu Ponari kok syirik? Madu itu logis dicek, diteliti isi kandungan madu itu ternyata ada korelasinya dengan kesehatan. Sedangkan batu tadi tidak ada korelasinya, bisa jadi karena ada jin dan setan di dalamnya, bisa jadi orang tersugesti lalu rusak keyakinannya," kata UAS seperti dikutip dari video tersebut.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 3 Kriteria Seseorang Masuk Katagori Kasus Suspect

Ustaz berusia 43 tahun itu lalu menyinggung kalung corona yang belakangan disebut-sebut oleh Kementerian Pertanian, dapat menambah proteksi diri seseorang agar terhindar dari infeksi virus corona. Menurut UAS, segala sesuatu yang digunakan untuk pengobatan sebaiknya diteliti secara medis terlebih dahulu.

"Sekarang kalung corona ini siapa yang bisa membuktikan kalung corona ini termasuk jenis madu herbal yang ada hubungannya dengan medis, atau kalung corona ini sejenis batu ponari. Itu yang bisa mengeluarkan penelitian dari Ikatan Dokter Indonesia. Jadi saya tunggu penelitian ini jenis batu ponari atau jenis herbal," ujarnya.

Berita Terkait :
Saksikan Juga