Dikecam, Coklit Pilkada Manggarai NTT Pakai Joki Anak-anak

Dikecam, Coklit Pilkada Manggarai NTT Pakai Joki Anak-anak

Jumat, 24 Juli 2020 | 14:18 WIB
Petugasnya di rumah, menyuruh anak-anak sebagai tukang tempel stiker
Anak-anak dilibatkan proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di Manggarai NTT
Photo :
  • VIVA/Jo Kenaru

Anak-anak dilibatkan proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di Manggarai NTT

VIVA – Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur masih ugal-ugalan. Pasalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat masih menemukan PPDP tidak melaksanakan coklit dari rumah ke rumah.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Satar Mese Barat, persisnya di TPS 03 Desa Terong, Dusun Nangka, di mana Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) mencoklit dari rumah saja dan melibatkan anak-anak sebagai tukang tempel stiker.

Akibat asal coklit, Panwascam dan PKD (Pengawasan Kelurahan Desa) menemukan ratusan pemilih tercatat dalam form A.KWK tapi tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP dan KK.

"Ada di Satar Mese Barat juga petugas pemutakhiran data pemilih tidak jalan, dia coklitnya dari rumah saja. Dia titip stiker di anaknya untuk ditempel. Ini namanya kerja ugal-ugalan," kata Komisioner Bawaslu Manggarai, Heribertus Harun kepada VIVA, Jumat, 24 Juli 2020.

Baca: Survei: Mayoritas Responden Tak Setuju Pilkada Digelar Saat COVID-19

Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga ini mengatakan, akibat PPDP tidak sungguh-sungguh, membuat jadwal coklit terganggu dan mengancam kualitas penyelenggaraan Pilkada Manggarai, 9 Desember 2020 mendatang.

Berita Terkait :
Saksikan Juga