Dua Petahana akan Bertarung di Pilkada 2020 Depok, Bawaslu: Ini Berat

Dua Petahana akan Bertarung di Pilkada 2020 Depok, Bawaslu: Ini Berat

Senin, 27 Juli 2020 | 16:43 WIB
Wali Kota Depok dan wakilnya kemungkinan akan jadi seteru.
Ketua Tim Kerja Koalisi Gerindra-PDIP, Nuroji (tengah) dampingi Pradi dan Afifah
Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

Ketua Tim Kerja Koalisi Gerindra-PDIP, Nuroji (tengah) dampingi Pradi dan Afifah

VIVA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mengakui ada sejumlah kerawanan pada proses Pilkada 2020. Sistem pengawasan pun bakal dilakukan lebih intens lantaran sejumlah faktor lantaran kandidat yang diprediksi bakal bertarung adalah dari kalangan petahana.

Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini, mengatakan, selain mengawasi tahapan pilkada, pihaknya mesti fokus pada sederet isu strategis yang dikhawatirkan bakal muncul dengan modus memanfaatkan politisasi bantuan sosial atau bansos. Lalu, meyangkut kebijakan lainnya di masa pandemi COVID-19.

“Misal bansos dari pemerintah pusat dilabelkan gambar yang bersangkutan (calon kandidat), nah itu akan jadi ranah pengawasan kami dan itu rawan terjadi pelanggaran,” kata Luli, Senin 27 Juli 2020

Luli menyebut, hal yang menurutnya paling berat untuk diawasi adalah pada saat massa kampanye.

“Itu yang jadi tugas paling berat kami untuk memastikan bahwa mereka sudah melakukan protokol kesehatan. Ada beberapa titik di TPS, masa kampanye. Kemudian ada perhitungan, itu yang harus kami perhatikan di titik kumpulnya. Ini berat,” jelas Luli.

Berita Terkait :
Saksikan Juga