Cerita di Balik Wasiat Gus Im Minta Dimakamkan di Pesantren Denanyar
Sabtu, 1 Agustus 2020 | 20:32 WIB

Cerita di Balik Wasiat Gus Im Minta Dimakamkan di Pesantren Denanyar

Ada alasan khusus adik Gus Dur itu minta dimakamkan di Denanyar.
Jenazah Hasyim Wahid disalatkan di rumah duka di Ciganjur, Jaksel
Photo :
  • Twitter NU Online @nu_online

Jenazah Hasyim Wahid disalatkan di rumah duka di Ciganjur, Jaksel

VIVA – Adik kandung Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Hasyim Wahid alias Gus Im, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2020, karena penyakit gagal ginjal. Gus Im akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Denanyar dipilih sesuai dengan wasiat Gus Im. Ia ingin dimakamkan di pesantren yang didirikan oleh kakeknya dari jalur ibu, Bisri Syansuri. 

Baca Juga: Jalan Senyap Gus Im Adik Gus Dur Besarkan Generasi Muda NU

Hal itu berbeda dengan abang Gus Im, Gus Dur dan Salahuddin Wahid alias Gus Sholah, yang dikebumikan di kompleks Pesantren Tebu Ireng, satu lokasi dengan makam ayah dan kakek mereka, Hasyim Asy’ari dan Abdul Wahid Hasyim.

Pengasuh Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Abdussalam Shohib alias Gus Salam, mengatakan, sebelum meninggal Gus Im memang berwasiat agar dimakamkan di pemakaman keluarga di Pesantren Denanyar.