TKI Terancam Hukuman Mati di Malaysia, Jokowi Diminta Turun Tangan

TKI Terancam Hukuman Mati di Malaysia, Jokowi Diminta Turun Tangan

Kamis, 6 Agustus 2020 | 09:39 WIB
TKI tersebut terlibat kasus pembunuhan majikannya.
Ilustrasi/Perlindungan tenaga kerja Indonesia
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Ilustrasi/Perlindungan tenaga kerja Indonesia

VIVA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Malaysia. Sebab, ada tenaga kerja Indonesia (TKI) Jonathan Sihotang terancam hukuman mati di Penang.

“Kepada Pemerintah RI Pak @jokowi dan @Menlu_RI dan lain-lain, mohon perhatian lebihnya. Mana tahu jalan diplomasi bisa menyelamatkan nyawanya,” kata Jansen dikutip dari twitter pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Baca juga: TKI Etty Lolos dari Hukuman Mati di Saudi setelah Jokowi Bersurat

Menurut dia, Jonathan berasal dari Siantar, Sumatera Utara, dan bekerja di pabrik pengawetan daging Kampung Selamat, Penang. Ia menilai Jonathan pekerja yang baik dan rajin, karena ia sempat pulang ke Siantar. Ketika kembali ke Malaysia diterima lagi kerja di pabrik itu tahun 2018.

Kemudian, Jansen menjelaskan kronologi kasus yang menyeret Jonathan. Pada 19 Desember 2018, Jonathan minta gaji kepada majikannya bernama Sia Seok Nee. Karena dia mau pulang kampung ke Siantar untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, sekaligus baptisan anaknya yang baru lahir.

“Dia meminta upah ke majikannya itu dibayar penuh untuk masa kerja 1 tahun,” ujarnya.

Berita Terkait :
Saksikan Juga