Gerindra Tak Terima Bupati Agam Jadi Tersangka saat Proses Pilkada

Gerindra Tak Terima Bupati Agam Jadi Tersangka saat Proses Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:03 WIB
Bupati Agam Indra Catri ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian.
Politikus Gerindra Andre Rosiade
Photo :
  • VIVAnews/Andri Mardiansyah

Politikus Gerindra Andre Rosiade

VIVA – Partai Gerindra Sumatera Barat tak terima atas keputusan polisi menetapkan Bupati Agam Indra Catri sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan. Apalagi bersamaan dengan momen penyelenggaraan pilkada serentak, sementara Indra Catri diajukan sebagai calon wakil gubernur.

Ketua Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade menengarai ada intrik politik dalam penetapan tersangka itu. Dia mengaitkannya dengan orang yang melaporkan dugaan ujaran kebencian itu kepada polisi, yakni Mulyadi, anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dan akan mencalonkan sebagai gubernur Sumatera Barat.

Pasangan Nasrul Abit (petahana wakil gubernur) dan Indra Catri dicalonkan oleh Partai Gerindra mencalonkan dalam Pilkada Sumatera Barat. Indra memang kader Partai Gerindra dan kemudian dipasangkan dengan sang Wakil Gubernur.

“Kami sudah mengetahui soal penetapan status sebagai tersangka itu. Kami keberatan karena penetapan tersangka dilakukan saat proses politik pilkada sedang berlangsung. Penetapan itu bisa mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung,” kata Andre, Rabu, 12 Agustus 2020.

Berita Terkait :
Saksikan Juga