Eep: Saya Tidak Dipecat, Tapi Mengundurkan Diri

Eep Saefulloh Fatah
Sumber :
  • Antara/ Yudhi Mahatma

VIVA – CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fattah akhirnya menjelaskan duduk perkara yang menyeret namanya dengan Tim Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando di Pilkada Makassar. Eep menegaskan jika dirinya bukan dipecat.

Polri Siap Amankan PSU Pilkada 2020 di Beberapa Wilayah

"Tidak ada pemecatan, saya lah yang justru sudah lebih dulu berinisiatif untuk mengundurkan diri dari kerja sama pendampingan Appi-Rahman dan sudah meminta EA membicarakannya secara tuntas/layak," ujar Eep dalam press rilis yang diterima, Rabu, 16 September 2020.

Baca juga: Kandidat Kecewa, Tim Eep Saefulloh Diusir dari Makassar

Pilgub Kalsel Diulang, Denny: Kalau Menang, Rakyat Ingin Pemimpin Baru

Eep menambahkan dia juga membantah jika dirinya diusir dari kota Makassar lantaran meme survei yang dikeluarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. "Tidak mungkin ada pengusiran dan memang tidak pernah terjadi," kata dia.

Menurutnya, Erwin Aksa selaku tim dari Munafri Ariefuddin (Appi)-Rahman Bando tahu persis bahwa mereka tidak memiliki hak hukum apapun untuk mengusir seorang atau sekelompok warga negara yang baik untuk keluar dari suatu tempat yang bukan miliknya.

Menkum Yasonna: Paspor Amerika Orient Riwu Kore Akan Berakhir 2027

Atas kejadian ini, Eep menilai uang bukan segalanya. Bahkan dia menjelaskan jika berkali-kali melakukan pendampingan secara pro-bono untuk kandidat-kandidat yang sangat layak dibantu. 

"Bagi kami, menjaga kejujuran atas hasil survei dan riset lain dalam kerja pendampingan adalah sesuatu yang sakral. Berulang-ulang dengan tegas kami menolak keinginan pihak lain yang ingin menggunakan hasil survei secara tidak
semestinya," ucap dia.

Eep berharap Pilkada Kota Makassar sebagaimana juga 269 Pilkada lainnya dalam Pilkada Serentak 2020 di seluruh Indonesia terselenggara sebagai Pilkada yang sehat, jujur dan demokratis. 

"Semoga, rakyat atau warga lah yang akhirnya keluar sebagai pemenang sesungguhnya," kata dia.

Sebelumnya, Pengendali tim pasangan calon Wali Kota Makassar Munafri Ariefuddin-Rahman Bando yakni Erwin Aksa memblacklist lembaga survei Polmark Indonesia bentukan Eep Saefulloh Fatah. Masalahnya lantaran CEO Polmark Indonesia, Eep membuat pernyataan mengingkari dan tidak mengakui hasil surveinya sendiri. 

“InsyaAllah kita sudah melakukan pergantian pemain. Kami nyatakan bahwa Polkmark tak sesuai komitmen. Yang ngaco itu mereka. Kita heran saja,” kata Erwin Aksa, Senin 14 September 2020. 

Sebelumnya Eep membantah sebaran hasil survei Pilwalkot Makassar tahun 2020 yang membawa bendera Lembaga Survei Polmark Indonesia.

Di mana dalam hasil survei tersebut, ada empat bakal pasangan calon yang elektabilitasnya di ekspose, yakni Munafri Arifuddi-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman dengan hasil survei 31,7 persen, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA) 26,8 persen, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun (None-Zunnun) 3,4 persen.

Penghitungan Surat Suara Pemilu 2019. (Foto ilustrasi).

Pelanggaran Netralitas ASN Diprediksi Naik 5 Kali Lipat di Pemilu 2024

Potensi pelanggaran netralitas ASN naik lima kali lipat itu dibandingkan dengan Pilkada 2020.

img_title
VIVA.co.id
11 Januari 2024